Maket salah satu proyek apartemen TOD yang dikembangkan Adhi Karya. medcom.id/Rizkie
Maket salah satu proyek apartemen TOD yang dikembangkan Adhi Karya. medcom.id/Rizkie

Saham Pengembang TOD Ini Ditawarkan Rp 1.150

Properti rusun transit oriented development
Yanurisa Ananta • 13 November 2018 03:03
Jakarta: Satu lagi perusahaan poperti akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). PT Urban Jakarta Propertindo, pengembang hunian berkonsep Transit oriented Development (TOD), melakukan Penawaran Umum Perdana Saham kepada calon investor seharga Rp 1.000-Rp 1.150.
 
Tri Rachman Batara mengatakan, valuasi harga tersebut mencerminkan price earning ratio (PER) 17-20 kali. Perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 600 juta saham atau setara dengan 16,85% dari total modal disetor penuh selama penawaran umum.
 
"Walau Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) cukup volatile tapi kami sudah sepakat bahwa akhir tahun ini waktu yang tepat untuk IPO. Ada pertimbangan khusus untuk PT Urban Jakarta Propertindo pertimbangan itu sudah kami sepakati," ujar Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Urban Jakarta Propertindo Tri Rachman setelah melakukan Penawaran Umum Perdana Saham, Senin (12/11/2018).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di dalam aksi korporasi ini, PPT RHB Sekuritas Indonesia dan PT Sinarmas Sekuritas menjadi penjamin pelaksana emisi. Periode penawaran awal berlangsung dari 9-19 November dengan perkiraan tanggal efektif 30 November. Penawaran umum dilaksanakan 4-6 Desember dan ditargetkan listing di bursa pada 12 Desember mendatang.
 
Bisnis memang sektor properti sedang mengalami penurunan. Namun Urban Jakarta Propertindo berbeda dengan properti yang sudah ada. Tetapi proyek hunian TOD di lintasan jaringan light rapid transit (LRT) di Jabodetabek prospeknya sangat cerah.
 
"Properti ini jalan masuk kami ke bisnis urban life style yang lebih luas. LRT tahun depan beroperasi artinya kesempatan bagi kami. Kami harus segera siapkan diri untuk pembangunan dengan menggunakan dana IPO ini," jelas Tri.
 
Total nilai keempat proyek Urban Jakarta Propertindo kini sekitar Rp 10,2 triliun selama lima tahun. Rencananya 50% dana hasil IPO akan digunakan untuk akuisisi lahan di Jabodetabek, 30% untuk belanja modal dan pengembangan serta 20% untuk modal kerja perusahaan.
 
Pada semester I 2018 pendapatan perusahaan tercatat Rp52,4 miliar atau naik 44% dibanding pendapatan di 2017. Peningkatan terjadi seiring telah terjualnya apartemen Lot 1 di Gateway Park di semester I 2018. Marjin laba bersih semester 1 2018 meningkat dari 28,36% di semester sebelumnya menjadi 33,72%.
 

 

 

(LHE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif