Jakarta: Kondisi geografis Indonesia yang dilewati sesar aktif membuat sejumlah daerah rawan terhadap gempa. Karenanya, konstruksi sarang laba-laba diperkenalkan sebagai konstruksi tahan gempa.
"Konstruksi itu sudah teruji tahan gempa, baik di Aceh, Padang, Lombok, maupun Palu," ujar Wakil Direktur Utama PT Katama Charmeida Tjokrosuwarno di Jakarta, pekan lalu.
Menurutnya, konstruksi sarang laba-laba juga sudah digunakan di wilayah Banten yakni untuk membangun kampus baru di Sindangsari, Kabupaten Serang serta pusat pemerintahan Kota Tangerang Selatan.
"Memanfaatkan bangunan tahan gempa tidak hanya melindungi aset dari kerusakan, tapi juga melindungi manusia yang menghuni di dalamnya," ungkap Charmeida.
Charmeida juga mengungkapkan konstruksi sarang laba-laba juga sudah dikembangkan untuk jalan dan bandar udara. "Kami bekerja sama dengan PT Waskita Beton Precast untuk penyediaan beton pracetak agar saat membangun jalan pelaksanaannya dapat cepat," ujarnya.
Konstruksi sarang laba-laba diperkenalkan dalam ajang temu ilmiah Broad Exposure To Science and Technology (Best) 2019 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang dihadiri perguruan tinggi dalam dan luar negeri.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan