Ancaman yang dihadapi pengelola properti di masa pandemi. Foto: Shutterstock
Ancaman yang dihadapi pengelola properti di masa pandemi. Foto: Shutterstock

Tiga Ancaman Pengelola Properti di Era Pandemi

Properti investasi properti perumahan bisnis properti Properti milenial Investasi Rumah
Rizkie Fauzian • 16 November 2020 21:48
Jakarta: Pandemi covid-19 yang melanda dunia membuat sektor properti terkena imbasnya. Tak terkecuali para pengelola properti yang ada di Indonesia.
 
Pendekatan teknologi yang sering dipandang sebagai cost center kini justru berubah jadi penolong bagi pengelola properti di tengah pandemi.
 
Setidaknya ada tiga ancaman bagi pengelola properti di era pandemi yang jadi problem utama.

1. Efisiensi biaya operasional

Efisiensi menjadi jawaban dari para pengelola properti untuk bisa bertahan di tengah pandemi. Biaya operasional yang dari tahun ke tahun selalu naik tidak bisa dikesampingkan membuat biaya service charge, sinking fund, dan maintenance pun biasanya naik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun yang terjadi kini para penghuni apartemen justru meminta penurunan biaya. Hal ini jelas menjadi problem karena pengelola harus berputar otak untuk bagaimana menurunkan biaya operasional tanpa mengurangi atau mengorbankan kualitas aset properti.

2. Mengabaikan teknologi

Sebelum covid-19 ada, sektor manajemen properti belum mengalami perubahan signifikan selama hampir 20 tahun. Adanya pandemi ini justru membuat para pemain properti di Indonesia mulai menerapkan kebijakan dengan pendekatan teknologi.
 
Penggunaan teknologi menggunakan aplikasi menjadi salah satu jawaban untuk beberapa kegiatan pekerjaan. Pembatasan jumlah pekerja, tidak adanya lagi work order menggunakan kertas, tidak perlu lagi ada pertemuan tatap muka, notifikasi informasi, hingga pembayaran cashless menjadi beberapa solusi yang hadir lewat pendekatan teknologi untuk dunia properti yang justru bisa mengurangi biaya. Jadi jangan abaikan teknologi yang justru bisa menjadi salah satu solusi di era pandemi.

3. Kesulitan mencari pemasukan tambahan

Di tengah pengetatan pengeluaran, pengelola properti di era pandemi covid-19 pun harus berpikir bagaimana caranya mencari pemasukan tambahan. Hal itu sebenarnya mutlak dilakukan dan salah satu solusinya adalah dengan menjalin bekerja sama dengan para vendor-vendor berkualitas yang mampu mempertemukan keinginan penghuni dengan pengelola properti.
 
Bamms sebagai salah satu startup di bidang manajemen properti yang telah berdiri sejak 2017 memahami berbagai ancaman bagi pengelola properti tersebut dengan menghadirkan aplikasi dengan layanan serta pendekatan teknologi yang dibutuhkan pengelola properti di era pandemi. Hal itu pun diungkapkan oleh salah satu penggunanya.
 
Pengalaman Bamms bahkan dapat membantu pengelola property management untuk mengefisiensikan biaya-biaya, memudahkan dan menghilangkan sebagian pekerjaan administrasi, hingga mencari pemasukan tambahan dari penyedia jasa/service sehingga pendapatan dari layanan pun tumbuh dan biaya service charge dan sinking fund pun bisa bertahan tanpa perlu adanya kenaikan.
 
"Aplikasi bamms yang user-friendly dapat membantu menunjang kegiatan operasional building management. Kemudahan lainnya yang bisa didapatkan adalah dengan dimonitornya kegiatan dilapangan secara real time maka kami dapat memaksimalkan efisiensi operasional," ujar Senior Executive Property & Facilities Management Cushman Wakefield Handajani Putri.
 
Peranan Bamms untuk membantu para pengelola properti pun terjadi berkat pendekatan teknologi yang terus dikembangkan agar layanan yang dikelola terus bertambah dan mampu memahami keinginan serta menjadi solusi yang signifikan bagi pengelola properti dan para penggunanya.
 
(KIE)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif