Ciputra dikenal sebagai wajah properti di Indonesia. Foto: dok. MI
Ciputra dikenal sebagai wajah properti di Indonesia. Foto: dok. MI

Perjalanan Ciputra Bangun Properti Indonesia

Properti Ciputra Tutup Usia
Rizkie Fauzian • 27 November 2019 10:59
Jakarta: Ciputra dikenal sebagai wajah properti di Indonesia. Kiprahnya di bisnis properti tak perlu diragukan lagi. Berita kepergiannya tentu saja meninggalkan duka terdalam.
 
Pendiri sekaligus pemilik Ciputra Group tersebut tutup usia pada Rabu, 27 November 2019. Pria dengan nama Tjie Tjin Hoan menghembuskan nafas terakhir di Gleneagles Hospital Singapura.
 
Dikenal bertangan dingin dalam mengembangkan proyek di Ciputra Group, pria kelahiran Parigi, Sulawesi Tengah, 88 tahun silam tersebut diketahui sebagai pelopor dalam pembangunan properti di Tanah Air.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ciputra kemudian dikenal menjadi sosok dibalik kesuksesan tiga perusahaan properti raksasa yakni PT Pembangunan Jaya (1961), PT Metropolitan Development (1970), dan Ciputra Group (1981).
 
Perusahaan tersebut berhasil mengembangkan proyek fenomenal seperti Taman Impian Jaya Ancol, BSD City, Pondok Indah, Bintaro Jaya hingga CitraRaya Tangerang.
 
Pelopor di Indonesia
 
Meski dikenal sebagai seorang taipan properti di Indonesia, Ciputra memulai bisnisnya dari nol. Bahkan kala itu, ia harus berkali-kali menemui Gubernur DKI Jakarta Soemarno untuk meminjam uang.
 
"Saya minta kredit ke Gubernur DKI dan saya datangi berkali-kali lalu saya pinjam Rp7 miliar," katanya dalam CEO Forum di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis, 28 September 2017 lalu.
 
Kegigihan Ciputra membuahkan hasil. Proyek reklamasi bertajuk Taman Impian Jaya Ancol akhirnya dibangun pada 1966. Dia berhasil menyulap rawa-rawa di Jakarta Utara menjadi pusat rekreasi berkelas.
 
Lulusan arsitektur di Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut mengaku pengembangan kawasan Ancol dilakukan dengan persiapan dan studi kelayakan selama bertahun-tahun. Kini wajah Ancol berubah menjadi bersinar.
 
Ciputra kemudian berhasil mengembangkan Jakarta Selatan menjadi salah satu kawasan elit melalui proyek Pondok Indah. Meski banyak yang meremehkan rencana tersebut, namun Ciputra tak bergeming.
 
Kegigihannya berhasil mengubah hamparan sawah dan kebun karet tersebut menjadi salah satu pemukiman mewah Pondok Indah. Kemudian Bintaro Jaya juga menjadi bukti kesuksesan Ciputra mengembangkan sebuah kawasan.
 
Melalui Metropolitan Depelopment, Ciputra berhasil mengembangkan proyek Bintaro Jaya sebagai hunian mewah yang kemudian ditiru oleh pengembang-pengembang lainnya.
 
Tak hanya itu, Ciputra juga diketahui menjadi investor pertama yang melihat peluang emas di wilayah Serpong yang kini menjadi BSD. Kawasan terpencil tersebut kini berkembang menjadi kota modern baru.
 
Namun pembangunan di BSD sempat terhenti karena terjadi krisis ekonomi 1997 dan krisis politik 1998 sehingga pembangunannya dilanjutkan dan diambil alih oleh Sinarmas.
 
Kembangkan Ciputra Group
 
Ciputra Group merupakan perusahaan keluarga yang didirikan pada 1981. Proyek pertama yang dikembangkan adalah CitraGarden City Jakarta. Hingga kini, proyek tersebut menjadi sebuah kompleks perumahan yang berkelanjutan.
 
Tak sampai disitu, Ciputra Group juga membangun Ciputra Mall dan Hotel dekat bandara. Selama beberapa dekade, Ciputra Group telah berhasil mengembangkan lebih dari 70 proyek perumahan di lebih dari 40 kota di Indonesia.
 
Hingga kini, Ciputra Group telah merambah ke seluruh Indonesia hingga ke Asia, yaitu Vietnam, Kamboja, dan Tiongkok melalui kemitraan. Selain itu, sejak 1990-an bisnis intinya juga berkembang tak hanya di perumahan.
 
Ciputra Group telah melakukan diversifikasi ke 11 industri, termasuk pengembang skala kota, gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, hotel, apartmen, pusat rekreasi, fasilitas olahraga, telekomunikasi, kesehatan, broker, media, dan e-commerce.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif