foto: dok. Kementerian PUPR
foto: dok. Kementerian PUPR

Percepat Rekontruksi, 96 Insinyur Dikirim ke Lombok

Properti bangunan ambruk Gempa Lombok
Rizkie Fauzian • 14 November 2018 18:40
Jakarta: Sebanyak 96 orang insinyur muda dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dikirim ke Lombok. Para CPNS tersebut akan menjadi tenaga pendamping warga dalam membangun rumah berteknologi tahan gempa.
 
"Ini gelombang ke tiga, terdiri 57 perempuan dan 39 laki-laki," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis, Selasa (13/11/2018).
 
Dua gelombang sebelumnya berangkat pada akhir Agustus lalu masing-masing berjumlah 178 dan 222 insinyur. Misi mereka adalah memperkuat dan mempercepat pembangunan rumah tahan gempa, baik Risha (Rumah Instan Sederhana Sehat ), Rika (Rumah Instan Kayu) maupun Riko (Rumah Instan Konvensional).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Percepat Rekontruksi, 96 Insinyur Dikirim ke Lombok
 
Dari tiga pilihan rumah tahan gempa, Risha menjadi model yang paling banyak dipilih warga untuk membangun kembali rumahnya. “Untuk membangun Risha kita perkirakan kebutuhan produksi material untuk 300 unit rumah setiap hari. Namun saat ini material di lapangan masih kurang sehingga harus ditambah dari luar NTB,” ungkap Basuki.
 
Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian PUPR Danis H. Sumadilaga menambahkan bahwa ada 75 ribu rumah warga yang telah teridentifikasi rusak berat. Sebanyak 40 persennya atau 30 ribu unit dipilih warga menggunakan teknologi Risha.
 
"Jika kita harus selesaikan 30 ribu dalam waktu enam bulan, berati dalam 1 bulan harus siap sekitar 5 ribu, artinya dalam 1 hari dibutuhkan 100 hingga 200 unit. Sementara produksi materialnya saat ini baru bisa mencukupi sekitar 30-40 perhari. Untuk itu perlu peningkatan produksi yang melibatkan BUMN dan UMKM,” paparnya.
 

 

(LHE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif