Hal tersebut disampaikan Maruarar Sirait dalam Rapat Kerja Komisi V DPR RI di Jakarta, Selasa. Ia menjelaskan, pembangunan huntap telah dimulai sejak 20 Desember lalu.
“Pada 20 Desember kita sudah mulai membangun huntap. Mohon doanya, mungkin dalam lima bulan ini bisa selesai di masa tanggap darurat, dengan mengombinasikan CSR dari yayasan dan berbagai pihak, sebanyak 2.603 rumah,” ujar Ara.
Ara berharap, pada Mei nanti sebagian besar huntap tersebut sudah selesai dibangun, baik di Provinsi Aceh, Sumatera Barat, maupun Sumatera Utara.
Ia mengungkapkan, groundbreaking pembangunan huntap skema CSR telah dilakukan di sejumlah wilayah Sumatera Utara, antara lain Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Tapanuli Utara. Proses serupa juga tengah berjalan di Aceh, tepatnya di Tamiang, dan dalam waktu dekat akan dilakukan di Sumatera Barat.
“Saya rasa gerakan gotong royong ini adalah kekuatan bangsa kita yang tidak terukur, karena tidak ada dalam APBN tetapi ada dalam hati dan kemauan kita. Mudah-mudahan Bapak-Ibu bisa saya undang bulan Mei untuk menghadiri peresmian ribuan rumah yang dibangun dengan kekuatan gotong royong di tiga provinsi itu,” kata dia.
Sebagai informasi, Maruarar juga menyatakan pembangunan hunian tetap bagi korban terdampak bencana hidrometeorologi telah resmi dimulai. Negara mengerahkan seluruh kekuatan untuk memulihkan kondisi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Utara dan provinsi lainnya.
Pada tahap awal, Kementerian PKP akan membangun 200 huntap di Sibolga, 118 unit di Tapanuli Tengah, 103 unit di Tapanuli Utara, serta 227 unit di Tapanuli Selatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News