NEWSTICKER
Perbaikan rumah tak layak huni. Foto: Kementerian PUPR
Perbaikan rumah tak layak huni. Foto: Kementerian PUPR

3.000 Rumah Tak Layak Huni Bakal Diperbaiki

Properti sejuta rumah bedah rumah Penyediaan Rumah Berita Kementerian PUPR
Rizkie Fauzian • 16 Maret 2020 12:00
Aceh: Pemerintah menyalurkan dana bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah untuk masyarakat Aceh. Jumlah dana yang akan disalurkan Rp52,5 miliar untuk 3.000 unit rumah yang tersebar.
 
Kementerian PUPR melalui Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Aceh menggandeng Bank Tabungan Negara (BTN) untuk menyalurkan dana bedah rumah di 14 kabupaten/kota.
 
"Kerjasama tersebut merupakan sebagai bentuk upaya mewujudkan pelaksanaan BSPS pada 2020 yang mengacu kepada aturan utama yaitu Permen PUPR Republik Indonesia Nomor 7/PRT/M/2018 di Provinsi Aceh,” ujar Kepala SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Aceh, Lilik Lastantyo dalam keterangan tertulis, Senin, 16 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Lilik, BSPS merupakan salah satu program Kementerian PUPR untuk memberikan dana stimulan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sehingga dapat meningkatkan kualitas rumahnya.
 
Bentuk keswadayaan dilaksanakan dalam bentuk pembangunan dan peningkatan kualitas rumah beserta sarana, prasarana dan utilitas umum. Tahun ini, SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Aceh rencananya akan menyalurkan BSPS untuk 3.000 unit rumah masyarakat yang kondisinya tidak layak huni.
 
“"Kami masih menunggu SK Menteri PUPR guna penetapan lokasinya lokasi bantuan. Alokasi anggaran untuk membedah 3.000 unit rumah tersebut sebesar Rp52,5 MiIiar," ungkap Lilik.
 
Lebih lanjut Lilik menambahkan, dalam mekanisme pelaksanaan kegiatan BSPS ini, Kementerian PUPR menyalurkan dana untuk peningkatan kualitas rumah sebesar Rp17,5 juta dengan rincian Rp 15 juta untuk pembelian bahan bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah kerja.
 
Dana BSPS tersebut akan disalurkan melalui Bank BTN dan kemudian ditransfer secara langsung ke rekening toko bangunan setelah penerima bantuan bedah rumah memesan dan menerima bahan material bangunan.
 
"Dengan mekanisme tersebut penerima bantuan dari Kementerian PUPR tidak memegang langsung fisik uangnya tapi hanya bahan bangunan saja. Dengan demikian juga ikut mencegah serta meminimalisir terjadinya tindak kecurangan di lapangan," jelasnya.
 
Lilik berharap dengan kerjasama ini harapannya PT. BTN dapat menyalurkan bantuan ini ke masing-masing penerima BSPS sesuai aturan dan kegiatan dapat selesai sebelum akhir 2020.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif