Harga rumah subsidi di lima wilayah. Foto: Kementerian PUPR
Harga rumah subsidi di lima wilayah. Foto: Kementerian PUPR

Catat, Harga Baru Rumah Subsidi

Properti sejuta rumah rumah tapak Penyediaan Rumah Berita Kementerian PUPR
Rizkie Fauzian • 02 April 2020 16:28
Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah mengeluarkan aturan baru terkait harga tertinggi rumah subsidi di lima wilayah. Perubahan tersebut berlaku sejak 1 April 2020.
 
Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR Eko Djoeli Heripoerwanto menyampaikan bahwa aturan tersebut diharapkan per 1 April 2020 sudah dapat dijalankan di seluruh wilayah
 
"Meskipun posisi saat ini dan semua prihatin karena wabah covid-19, tetapi tidak mengurangi keinginan kita bersama untuk memenuhi kebutuhan bagi MBR. Kita memastikan bahwa kebutuhan hunian tetap dapat kita penuhi," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis, 2 April 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk wilayah Jawa (kecuali Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) dan Sumatra (kecuali Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Kepulauan Mentawai) nilai jual maksimal sebesar Rp150,5 juta.
 
Sedangkan wilayah Kalimantan (kecuali Kabupaten Murung Raya dan Kabupaten Mahakam Ulu dengan nilai jual maksimal sebesar Rp164,5 juta.
 
Adapun wilayah Sulawesi, Bangka Belitung, Kepulauan Mentawai, dan Kepulauan Riau (kecuali Kepulauan Anambas) nilai jual maksimal sebesar Rp156,5 juta.
 
Sementara wilayah Maluku, Maluku Utara, Bali dan Nusa Tenggara, Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), Kepulauan Anambas, Kabupaten Murung Raya, dan Kabupaten Mahakam Ulu nilai jual maksimal sebesar Rp168 juta.
 
Terakhir, wilayah Papua dan Papua Barat untuk nilai jual maksimal sebesar Rp219 juta.
 
Sedangkan kategori Satuan Rumah Susun dikategorisasikan ke dalam dua wilayah, yaitu Provinsi dan Kota atau Kabupaten.
 
Terkait luas tanah untuk Rumah Umum Tapak diatur paling rendah 60 meter persegi dan paling tinggi 200 meter persegi.
 
Luas lantai rumah diatur paling rendah 21 meter persegi dan paling tinggi 36 meter persegi.
 
Sedangkan untuk batasan Satuan Rumah Susun Umum mengatur luas lantai rumah dengan paling rendah 21 meter persegi dan paling tinggi 36 meter persegi.
 
Eko juga mengingatkan kepada para pengembang untuk dapat memproduksi rumah-rumah dengan konstruksi berkualitas. Pemerintah sebelumnya mencatat bahwa masih ditemui kualitas bangunan kurang begitu menggembirakan.
 
Menurutnya dengan konstruksi yang berkualitas maka dapat melindungi MBR selama angsuran berlangsung. Dirinya berharap bank pelaksana maupun pengembang, tetap menjalankan bisnisnya di tengah pandemi virus korona.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif