Rumah Cimanggis dijarah pencuri
Bagian kusen yang bolong ini sebelumnya dihiasi bovenlicht yang ukirannya unik. (foto: Komunitas Sejarah Depok )
Depok: Rumah peninggalan zaman kolonial yang terletak di kompleks Radio Republik Indonesia (RRI) Sukmajaya, Cimanggis, Depok, Jawa Barat tidak lagi utuh. Banyak detail ornamen indah Rumah Cimanggis yang rusak bahkan hilang dicuri.

Salah satunya adalah angin-angin (bovenlicht) antik kayu berukir di bagian atas kusen pintu Rumah Cimanggis. Ukiran tersebut dicuri dengan cara digergaji menjadi beberapa potongan kemudian disambung kembali dengan lem kayu.


Pencurian terungkap setelah beredar foto angin-angin (bovenlicht) berukuran 1.62 x 1.48 meter yang sedang ditawarkan terduga pencuri pada Sabtu (23/6/2018). Hanya 20 hari setelah di lahan tersebut Presiden Joko Widodo  meletakkan batu pertama pembangunan kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

"Sore itu juga kami sesegera mungkin menemukan orang yang menawarkan angin-angin dan memeriksa langsung ke situs sejarah yang dibangun pada 1775 itu untuk memastikan bahwa benar dari Rumah Cimanggis," kata pegiat Komunitas Sejarah Depok (KSD), Ferdy Jonathan, dalam keterangannya, Senin (25/6/2018).

Selanjutnya KSD mengatur pengembalian angin-angin tersebut ke Rumah Cimanggis dengan melibatkan LBH Jakarta. Ukiran angin-angin yang dicuri bukanlah lambang keluarga (heraldik) yang merupakan trend kalangan bangsawan dan pejabat tinggi masa itu, namun kualitasnya dianggap setara dengan lambang keluarga.

Incaran pencuri

Ferdy Jonathan menambahkan, banyak kasus penghancuran bangunan situs bersejarah dimulai pembiaran pencurian ornamennya. Mulai dari jendela, pintu dengan kusen yang menjadi sangat berharga karena usia dan keindahannya.

Terutama adalah angin-angin yang di atas kusen pintu menjadi incaran karena ukiran yang sering merupakan lambang keluarga dan mengandung filosofi tertentu. Ukurannya pun relatif kecil sehingga mudah dibawa untuk dijual kepada kolektor.

"Kekuatiran kami terbukti, Rumah Cimanggis kini senasib dengan banyak bangunan lain bersejarah yang dibiarkan hancur dan dicuri ornamen-ornamen terpentingnya. Sehingga akhirnya bisa dibongkar sebab dianggap sudah tidak bisa diselamatkan lagi sebagai situs sejarah dengan alasan banyak bagian pentingnya rusak dan lenyap," papar Ferdy.

 



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id