Adaptasi di masa pandemi percepat pemulihan sektor properti. IIlustrasi: Shutterstock
Adaptasi di masa pandemi percepat pemulihan sektor properti. IIlustrasi: Shutterstock

Adaptasi di Masa Pandemi Bikin Sektor Properti Cepat Pulih

Properti kpr rumah tapak hunian dp 0% PPN rumah Rumah DP 0% Rumah bebas PPN
Rizkie Fauzian • 17 Maret 2021 19:03
Jakarta: Sektor properti harus melakukan adaptasi dan inovasi agar lebih cepat pulih. Pengembang harus bisa membangun hunian yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup selama pandemi. 
 
"Lingkungan yang lebih sehat, koneksi internet stabil, dan ruangan untuk melakukan aktivitas work from home dan school from home," kata Country Manager Rumah.com Marine Novita dalam paparannya, dikutip Rabu, 17 Maret 2021.
 
Menurutnya, sektor properti harus berinovasi dengan melakukan digitalisasi mulai dari pameran properti dan showing unit secara virtual sampai ke tahap transaksi pembelian yang terakhir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rumah.com Indonesia Property Market Index Q1-2021 menunjukkan bahwa sektor properti butuh perhatian karena indeks suplai yang terus meningkat dan indeks harga yang turun. 
 
"Hal ini terlihat bahwa pandemi covid-19 yang sudah setahun melanda Indonesia membuat dampak low season di sektor properti masih terasa sehingga serangkaian insentif pemerintah muncul di saat yang sangat dibutuhkan," jelasnya. 
 
Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 3,50 persen. 
 
Selain itu, BI juga memutuskan untuk melonggarkan rasio Loan to Value/Financing to Value (LTV/FTV) menjadi paling tinggi 100 persen untuk semua jenis properti.
 
Menteri Keuangan juga mengumumkan pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang tadinya sebesar 10 persen untuk pembelian rumah di bawah harga jual Rp2 miliar. 
 
"Tiga kebijakan baru tersebut diharapkan bisa menjadi angin segar untuk mendongkrak pertumbuhan bisnis properti yang sedang mengalami stagnasi di tengah pandemi," jelas Marine.
 
Executive Vice President, Nonsubsidized Mortgage & Consumer Division BTN Suryanti Agustinar mengatakan, relaksasi yang diberikan pemerintah seharusnya bisa mendongkrak penjualan.
 
"Ini harusnya mendongkrak pengembang, ini bisa meningkatkan penjualan terutama proyek yang ready stock," jelasnya.
 
Menurutnya, insentif yang diberikan pemerintah memiliki batas waktu sehingga kesempatan ini sebaiknya digunakan masyarakat untuk segera membeli properti.
 
"Kebijakan ini ada batasnya jadi kesempatan ini harus kita pergunakan. Ketiga relaksasi ditambah suku bunga membuat konsumen yang ingin membeli rumah tidak menunda," katanya.

 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif