4 Tahun Jokowi-JK, Begini Realisasi Sejuta Rumah
Komplek perumahan murah KPR BTN Mikro di Klapa Nunggal, Kab. Bogor. Lahan yang layak bangun dengan harga terjangkau menjadi isu utama proyek pengadaan rumah murah yang digelar massif di seluruh daerah. Antara Foto/Yulius Satria Wijaya
Jakarta: Sejuta Rumah adalah salah satu program nasional unggulan pemerintahan Jokowi-JK. Target program pengadaan hunian layak dengan harga terjangkau bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah sebanyak minimal satu juta unit per tahun.

Hingga empat tahun pemerintahan Jokowi-JK, bagaimana capaian program yang dimulai pertengahan 2015 ini?  


Berdasar data Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat, kinerja Sejuta Rumah pada 2015 adalah 700 ribu unit rumah. Mengingat tidak dimulai sejak awal tahun, capaian ini masih dapat dimaklumi.

Praktis per 2016 pelaksaan program ini dimulai sejak awal tahun. Tapi hanya 800 ribu unit rumah murah layak huni berhasil dibangun. Sedangkan tahun lalu sebatas hampir mencapai target, yaitu 900-an ribu unit rumah di berbagai daerah.

Tahun ini, pemerintah yakin mampu mencapai target minimal itu untuk pertamakalinya. Bahkan bisa melampauinya untuk realisasi 2019 nanti.

"Pertengahan Oktober ini sudah mencapai 850 ribu unit. Tahun depan kita upayakan melebihi satu juta unit rumah," kata Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid kepada Medcom.id.

Belajar dari tidak tercapainya target pada tahun-tahun pertama, pemerintah membenahi berbagai masalah di lapangan dan menyusun langkah-langkah strategis. Salah satunya adalah penyediaan rumah bagi masyarakat melalui pembangunan rumah susun sewa, rumah susun khusus dan rumah swadaya (Program BSPS).

Selain fasilitas likuidasi pembiayaan perumahan (FLPP), saat ini pemerintah juga menyediakan fasilitas pembiayaan lainnya seperti subsidi selisih bunga (SSB) dan bantuan uang muka (BUM). Skema pembiayaan ringan tersebut dibuat demi membuka akes lebih banyak bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah menjangkau rumah layak huni.

"Pemerintah juga mengeluarkan kebijakan kemudahan perizinan bagi perumahan non subsidi yang dibangun oleh pengambang dan pembangunan secara swadaya oleh masyarakat," jelas Khalawi.


Kerjasama Swasta

Ujung tombak program Sejuta Rumah adalah pada pengembang swasta. Hanya 20 persen anggaran pembangunan rumah diambil dari APBN. Sementara 30 persennya melalui subsidi seperti FLPP, SSB, dan SBUM dan 50 persennya dari partisipasi swasta.

"Kita sedang menggodok KPBU serta konsep Pembiayaan Mikro (pembangunan berbasis komunitas dengan pembiayaan mikro). Progresnya kurang lebih sampai pertengahan Oktober sudah 60 persen (ini bagian dari 50 persen anggaran pemerintah pusat dalam mendukung program sejuta rumah)," jelasnya.


Rumah susun sewa khusus bagi nelayan di Trenggalek, Jawa Timur. Kelompok masyarakat berpenghasilan tidak tetap juga menjadi target capaian program Sejuta Rumah. Antara Foto/D Sujarwoko

Kendala & Upaya Sejuta Rumah

Program Sejuta Rumah merupakan jawaban pemerintah dalam menyediakan hunian layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Selama berjalannya program backlog perumahan diklaim telah b berkurang sekitar 3,2 juta unit rumah.

"Faktor yang sangat mempengaruhi adalah kelangkaan lahan yang murah," ungkap Khalawi.

Masalah lahan ini memang bagai simalakama bagi pengembang. Di saat lahan layak bangun bisa didapatkan dengan harga yang wajar, bukan berarti masalah selesai. Ada isu ongkos produksi dan pengiman bahan material bangunan yang melonjak karena lahan proyek berada jauh dari kota serta belum ada jaringan jalan raya ke sana.  

Jalan keluar yang sedang pemerintah upayakan adalah membentuk bank tanah demi memagari risiko kenaikan harga lahan yang bisa dikendalikan. Selain itu mendorong pemerintah daerah  permudah perizinan perumahan dengan menerbitkan PP 64/2016 tentang kemudahan perizinan.

"Pemerintah juga mendorong pembangunan kota baru dan skema KPBU dalam pembangunan perumahan dan mengembangkan teknologi bahan serta metode pembangunan rumah murah seperti Risha," sambung Khalawi.

 



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id