Co-Working Space, Kantornya Generasi Milenial

30 Desember 2017 19:44 WIB
<i>Co-Working Space</i>, Kantornya Generasi Milenial
onyourterm.com
Jakarta: Gelombang munculnya usaha rintisan alias startup membuka peluang pasar ruang perkantoran baru. Ruang kerja temporer yang representatif untuk bertemu klien, nongkrong dengan rekan bisnis dan mencari insipirasi baru.

Jawabannya adalah co-working space, sebuah konsep ruang kerja bersama yang bisa dipakai sesuai kebutuhan. Sekilas wujudnya lebih mirip kafe cozy dibanding kantor yang identik dengan bilik-bilik kubikal.

Dua tahun terakhir ada belasan coworking space bermunculan di Jakarta. Trend ini masih berlanjut pada 2018 karena permintaannya memang mulai tumbuh dan bukan cuma pengusaha rintisan yang memerlukannya.

"Namun bagi pengembang sepertinya belum banyak yang tertarik. Hanya ada beberapa saja yang sudah mengembangkan,” jelas Kepala Departemen Riset Savills Indonesia Anton Sitorus.

Menurutnya developer belum tertarik karena desain interior co-working space harus berbeda dari perkantoran biasa. Ini membuat biaya yang untuk sektor desain interior dan furniture menjadi melonjak.

“Pengguna co-working space kan sewa per jam, lalu kapan pengembang bisa balik modal dan untung kalau bayarnya seperti itu?” kata Anton.

Meski demikian, Anton meyakini jika konsep ini akan terus berkembang di masa depan. Hanya saja menurutnya pasarnya masih sangat kecil.

“Di masa depan mungkin akan dianggap biasa konsep seperti ini, tapi ini merak buat anak milenial,” sambungnya.

 

(LHE)