Pemerintah gelar sayembara desain Istana Kepresidenan. (Foto: Shutterstock)
Pemerintah gelar sayembara desain Istana Kepresidenan. (Foto: Shutterstock)

Gelar Sayembara, Menteri PUPR Ungkap Konsep Istana Presiden di Papua

Properti istana negara desain interior
Ilham wibowo • 11 September 2019 17:23
Jakarta: Pembangunan Istana Presiden di Jayapura, Papua, rencananya akan dimulai pada 2020. Uniknya, dalam mendesain Istana Presiden, pemerintah akan melibatkan masyarakat, yaitu melalui sayembara desain.
 
Sebelum menggelar sayembara, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono akan melakukan survei lokasi untuk studi kelayakan terlebih dahulu.
 
"Kami baru mau survei lokasinya karena ada 10 ha yang dipersiapakan untuk pembangunan istana di Jayapura, Papua," kata Basuki, saat ditemui di sela Konferensi Organisasi Insinyur se-ASEAN ke-37 di JIEXPO Convention Centre and Theatre, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 11 September 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pembangunan Istana Presiden di Papua bertujuan untuk memudahkan kepala negara saat berkunjung memantau kondisi politik, keamanan, dan ekonomi.
 
"Tapi jangan dibayangkan seperti Istana Negara begitu. Ini (bentuknya) lebih seperti wisma negara, sehingga nanti akan menjadi kantor Presiden kalau beliau ada (keperluan) di Papua," kata Basuki.
 
Kementerian PUPR juga akan memastikan usulan Ketua DPRD Kota Jayapura Abisai Rollo terkait rencana hibah tanah miliknya seluas 10 hektare. Tanah tersebut secara de facto telah diserahkan di Istana Negara, Jakarta.
 
"Ide yang saya dapatkan (Istana Presiden akan dibangun) dekat jembatan Holtekamp. Ada bukit di sana, kan banyak kepala suku sehingga mungkin akan kita lihat dulu. Kalau menurut mereka sih oke saja, tapi kita kan belum tahu," ujar Basuki.
 
Sebelumnya diberitakan, Ketua DPRD Kota Jayapura Abisai Rollo memastikan telah menghibahkan tanahnya di Papua seluas 10 ha untuk dibangun Istana Presiden. Pernyataan itu disampaikan langsung di hadapan Presiden Jokowi.
 
"Saya menyumbangkan tanah 10 ha untuk dibangun Istana sehingga perjalanan Jokowi tak hanya berkunjung ke Papua, tapi berkantor. Jokowi boleh pindah ibu kota ke Kalimantan, tapi kami juga ingin Pak Jokowi berkantor di Papua," kata Abisai.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif