Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)

Kementerian PUPR Bangun 3.000 Rumah ASN di Palembang

Properti properti kementerian pekerjaan umum ASN
Rizkie Fauzian • 04 Juni 2019 14:35
Jakarta: Kementerian Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berencana membangun 3.000 rumah Aparatur Sipil Negara (ASN) dan TNI/Polri. Groundbreaking dilakukan di Perumahan Bhayangkara Praja Sriwijaya (BPS) Land Kota Palembang, Sumatera Selatan.
 
"Kami tengah menyiapkan groundbreaking rumah untuk ASN dan TNI/Polri di Palembang pada Juni," ujar Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR KHalawi Abdul Hamid kepada sejumlah wartawan di Jakarta, beberapa waktu lalu.
 
Menurut Khalawi, di Kota Palembang ada pengembang perumahan yakni PT Cipta Arsigriya yang akan membangun rumah bersubsidi dan komersial di atas lahan 50 hektare (ha). Saat ini, pengembang tengah menyelesaikan rumah contoh dengan tipe bangunan 36 meter persegi dan luas tanah 60 meter.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini merupakan bukti bahwa Program Satu Juta Rumah juga berjalan di daerah. Meskipun pengembangnya memiliki tanah yang strategis dan harganya mahal, mereka mau buat rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah juga. Hal seperti ini harus di contoh di daerah lainnya," katanya.
 
Khalawi sebelumnya menjelaskan adanya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Republik Indonesia Nomor 81/PMK.010/2019 tentang Batasan Rumah Umum, Pondok Boro, Asrama Mahasiswa dan pelajar serta Perumahan Lainnya yang atas Penyerahannya di Bebaskan Dari Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai tersebut diharapkan dapat meningkatkan capaian Program Satu Juta Rumah di 2019 ini.
 
Berdasarkan data di Kementerian PUPR, status capaian Program Satu Juta Rumah per 27 Mei 2019 sudah mencapai angka 400.500 unit. Kementerian PUPR juga tetap optimistis untuk mencapai target pembangunan rumah untuk masyarakat sebanyak 1,25 juta unit rumah tahun ini.
 
Lebih lanjut Khalawi menambahkan, pihaknya berharap seluruh stakeholder perumahan di Indonesia bisa lebih bersemangat untuk menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat. Adanya stok rumah yang dibangun para pengembang sebisa mungkin harus bisa segera dipasarkan mengingat kebutuhan rumah masyarakat khususnya masyarakat berpenghasilan rendah masih cukup tinggi.
 
"Kami optimistis para pengembang juga akan lebih bersemangat dalam membangun rumah untuk masyarakat. Apalagi banyak juga kemudahan perizinan untuk perumahan di daerah," katanya.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif