NEWS
Joysparks Siapkan Rp200 Miliar per Tahun untuk Ekspansi Ritel
Rizkie Fauzian
Selasa 18 Agustus 2026 / 22:08
- Joysparks Group menyiapkan anggaran Rp150-Rp200 miliar per tahun untuk mendukung ekspansi bisnis selama dua tahun ke depan.
- Jumlah gerai ditargetkan bertambah dua kali lipat dalam dua hingga tiga tahun, dengan peluang ekspansi ke wilayah di luar Summarecon.
- Joysparks Group juga mengembangkan ekosistem loyalty yang menghubungkan Star Department Store, Happy Harvest Supermarket, dan Lintas Bookstore.
Jakarta: Persaingan bisnis ritel mendorong perusahaan untuk memperluas jaringan sekaligus mencari cara baru dalam mempertahankan pelanggan. Salah satunya dilakukan Joysparks Group yang menyiapkan anggaran hingga Rp200 miliar per tahun untuk mendukung ekspansi bisnis dalam dua tahun ke depan.
Joysparks Group merupakan identitas korporat yang menaungi tiga lini bisnis ritel, yakni Star Department Store, Happy Harvest Supermarket, dan Lintas Bookstore.
Finance Director Joysparks Group Dedi Wongso mengatakan anggaran tersebut akan digunakan untuk memperkuat ekspansi perusahaan sekaligus membuka peluang pengembangan bisnis ke wilayah baru.
“Dengan deklarasikan Joysparks ini juga melihat bahwa ke depannya kami mau berkembang lebih agresif,” ujar Dedi dalam acara Press Conference Joysparks Group Launch di Tangerang, Selasa, 18 Agustus 2026.
“Kita sudah mengalokasikan sekaligus ini menjadi satu power, kami ini Joysparks Group sudah menyiapkan range Rp150 hingga Rp200 miliar per tahun untuk saat ini sampai 2 tahun ke depan,” kata Dedi.
Pada tahun ini, Joysparks Group menargetkan pengoperasian total 10 gerai yang berasal dari tiga lini bisnis tersebut. Jumlah itu ditargetkan meningkat hingga dua kali lipat dalam dua sampai tiga tahun mendatang.
Ekspansi tersebut juga membuka peluang bagi perusahaan untuk memperluas jaringan ke wilayah di luar lokasi bisnis yang selama ini dikembangkan, termasuk di luar kawasan Summarecon.
Joysparks Group sebelumnya berkembang dari bisnis department store yang kemudian memperluas portofolionya ke supermarket dan bookstore.
“Dengan portofolio lini bisnis utama yang tidak hanya departemen store, sudah ada supermarket, sudah ada bookstore. Nah kami merasa pentingnya identitas korporat yang mewakili tiga lini bisnis ini,” ujar Dedi.
Sistem tersebut memungkinkan aktivitas pelanggan di salah satu lini bisnis terhubung dengan manfaat yang tersedia di lini bisnis lainnya.
Dedi mengatakan kebutuhan konsumen yang berbeda menjadi salah satu pertimbangan dalam membangun ekosistem tersebut. Happy Harvest Supermarket lebih banyak memenuhi kebutuhan primer, sedangkan department store dan bookstore memiliki kebutuhan yang berbeda.
“Jadi ini bukannya cuma sekadar kumpulan beberapa lini bisnis tetapi kami ingin ketiga unit bisnis ini terhubung melalui satu ekosistem. Which is selama ini kami memiliki loyalty system,” ujar Dedi.
Menurutnya, ekosistem tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan perusahaan dengan konsumen.
“Nah jadi memang kita melihat loyalty ecosystem ini menjadi kekuatan kita nantinya, supaya membuat orang tetap melekat,” lanjutnya.
Department Store Director Star Department Store Lidya Kartawidjaja mengatakan perubahan gaya hidup membuat pengalaman berbelanja menjadi semakin penting.
“Kami mendengarkan itu dari customer-customer kami, dan kami sekarang contohnya, kami itu setiap hari Jumat kita ada Star Ladies Day,” ujar Lidya.
Melalui Star Ladies Day, Star Department Store mengadakan sejumlah kegiatan untuk pelanggan perempuan, seperti merangkai bunga, olahraga bersama, hingga membuat makanan.
Sementara itu, Happy Harvest Supermarket mengembangkan hubungan dengan pelanggan melalui program komunitas, Time Rally, serta promosi produk lokal dan produk segar di dalam gerai.
Dedi mengatakan perubahan perilaku konsumen membuat pelaku ritel perlu terus beradaptasi agar dapat bertahan di tengah persaingan.
“Intinya retailer gak bisa diem, memang harus berubah. Nah ini yang dipahami oleh kami dan terus-terus harus berinovasi untuk bisa bertahan,” ujar Dedi.
Dengan identitas Joysparks Group, perusahaan ingin menjadikan tiga lini bisnis tersebut sebagai bagian dari satu kelompok usaha sekaligus membuka ruang bagi kemungkinan pengembangan bisnis baru pada masa mendatang. (Syarifah Komalasari)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)
Joysparks Group merupakan identitas korporat yang menaungi tiga lini bisnis ritel, yakni Star Department Store, Happy Harvest Supermarket, dan Lintas Bookstore.
Finance Director Joysparks Group Dedi Wongso mengatakan anggaran tersebut akan digunakan untuk memperkuat ekspansi perusahaan sekaligus membuka peluang pengembangan bisnis ke wilayah baru.
“Dengan deklarasikan Joysparks ini juga melihat bahwa ke depannya kami mau berkembang lebih agresif,” ujar Dedi dalam acara Press Conference Joysparks Group Launch di Tangerang, Selasa, 18 Agustus 2026.
Siapkan Rp200 miliar per tahun
Dedi mengatakan Joysparks Group telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp150 miliar hingga Rp200 miliar per tahun untuk dua tahun ke depan.“Kita sudah mengalokasikan sekaligus ini menjadi satu power, kami ini Joysparks Group sudah menyiapkan range Rp150 hingga Rp200 miliar per tahun untuk saat ini sampai 2 tahun ke depan,” kata Dedi.
Pada tahun ini, Joysparks Group menargetkan pengoperasian total 10 gerai yang berasal dari tiga lini bisnis tersebut. Jumlah itu ditargetkan meningkat hingga dua kali lipat dalam dua sampai tiga tahun mendatang.
Ekspansi tersebut juga membuka peluang bagi perusahaan untuk memperluas jaringan ke wilayah di luar lokasi bisnis yang selama ini dikembangkan, termasuk di luar kawasan Summarecon.
Joysparks Group sebelumnya berkembang dari bisnis department store yang kemudian memperluas portofolionya ke supermarket dan bookstore.
“Dengan portofolio lini bisnis utama yang tidak hanya departemen store, sudah ada supermarket, sudah ada bookstore. Nah kami merasa pentingnya identitas korporat yang mewakili tiga lini bisnis ini,” ujar Dedi.
Hubungkan tiga lini bisnis
Selain ekspansi gerai, Joysparks Group juga menyiapkan ekosistem loyalty yang menghubungkan Star Department Store, Happy Harvest Supermarket, dan Lintas Bookstore.Sistem tersebut memungkinkan aktivitas pelanggan di salah satu lini bisnis terhubung dengan manfaat yang tersedia di lini bisnis lainnya.
Dedi mengatakan kebutuhan konsumen yang berbeda menjadi salah satu pertimbangan dalam membangun ekosistem tersebut. Happy Harvest Supermarket lebih banyak memenuhi kebutuhan primer, sedangkan department store dan bookstore memiliki kebutuhan yang berbeda.
“Jadi ini bukannya cuma sekadar kumpulan beberapa lini bisnis tetapi kami ingin ketiga unit bisnis ini terhubung melalui satu ekosistem. Which is selama ini kami memiliki loyalty system,” ujar Dedi.
Menurutnya, ekosistem tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan perusahaan dengan konsumen.
“Nah jadi memang kita melihat loyalty ecosystem ini menjadi kekuatan kita nantinya, supaya membuat orang tetap melekat,” lanjutnya.
Tak hanya mengandalkan transaksi
Masing-masing lini bisnis juga mengembangkan kegiatan yang membuat konsumen memiliki alasan untuk datang ke toko selain berbelanja.Department Store Director Star Department Store Lidya Kartawidjaja mengatakan perubahan gaya hidup membuat pengalaman berbelanja menjadi semakin penting.
“Kami mendengarkan itu dari customer-customer kami, dan kami sekarang contohnya, kami itu setiap hari Jumat kita ada Star Ladies Day,” ujar Lidya.
Melalui Star Ladies Day, Star Department Store mengadakan sejumlah kegiatan untuk pelanggan perempuan, seperti merangkai bunga, olahraga bersama, hingga membuat makanan.
Sementara itu, Happy Harvest Supermarket mengembangkan hubungan dengan pelanggan melalui program komunitas, Time Rally, serta promosi produk lokal dan produk segar di dalam gerai.
Dedi mengatakan perubahan perilaku konsumen membuat pelaku ritel perlu terus beradaptasi agar dapat bertahan di tengah persaingan.
“Intinya retailer gak bisa diem, memang harus berubah. Nah ini yang dipahami oleh kami dan terus-terus harus berinovasi untuk bisa bertahan,” ujar Dedi.
Dengan identitas Joysparks Group, perusahaan ingin menjadikan tiga lini bisnis tersebut sebagai bagian dari satu kelompok usaha sekaligus membuka ruang bagi kemungkinan pengembangan bisnis baru pada masa mendatang. (Syarifah Komalasari)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)