APLN bukukan marketing sales Rp2,7 triliun. Ilustrasi: Shutterstock
APLN bukukan marketing sales Rp2,7 triliun. Ilustrasi: Shutterstock

Optimalkan Insentif Properti, APLN Bukukan Marketing Sales Rp2,7 Triliun

Rizkie Fauzian • 04 Februari 2022 10:35
Jakarta: PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) membukukan marketing sales pada 2021 sebesar Rp2,7 triliun di luar Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Nilai tersebut melampui target perseroan pada tahun lalu sebesar Rp2 triliun. 
 
Percepatan pengembangan proyek-proyek properti baru yang mampu memenuhi kebutuhan konsumen saat ini menjadi kunci APLN dalam meraih marketing sales tersebut.  
 
Corporate Secretary APLN Justini Omas menjelaskan, selama 2021 APLN telah mengembangkan proyek seperti Kota Podomoro Tenjo dan Bukit Podomoro Jakarta, serta mempercepat pembangunan sejumlah proyek seperti Podomoro Park  Bandung, Podomoro Golf View Cimanggis, Grand Taruma Karawang dan Podomoro City Deli Medan. 
 
Mengusung konsep hunian dengan fasilitas premium yang menghadirkan harmoni dan keindahan, proyek-proyek properti APLN di berbagai kota tersebut mendapat sambutan besar dari konsumen.  
 
"Kami berhasil mengoptimalkan dan memanfaatkan insentif pajak properti yang diberikan oleh pemerintah pada 2021 agar penjualan terus meningkat," jelasnya dalam keterangan tertulis, Jumat, 4 Februari 2022.
 
Dari total marketing sales APLN 2021, Kota Podomoro Tenjo memberikan kontribusi sebanyak 29 persen, Podomoro Park Bandung 22 persen, Podomoro City Deli Medan 14 persen, Pakubuwono Spring 8 persen, Bukit Podomoro Jakarta 7 persen, Podomoro Golf View 5 persen dan Grand Taruma Karawang 4 persen.   
 
Justini juga menyampaikan bahwa pencapaian marketing sales 2021 murni berasal dari penjualan proyek-proyek properti. Berbeda halnya dengan tahun 2020, dimana dari total marketing sales sebesar Rp3,5 triliun, sekitar 89 persen berasal dari penjualan 280 hektar lahan industri di Karawang, Jawa Barat.   
 
"Untuk 2021, marketing sales kami hampir seluruhnya berasal dari penjualan properti. Keberhasilan ini menjadi salah satu indikasi bahwa proyek-proyek APLN telah menjadi kebutuhan dan memberikan kepuasan kepada para konsumen," jelasnya.  
 
Menurut Justini, pada 2021 APLN mengembangkan dua proyek baru yaitu Bukit Podomoro Jakarta dan Kota Podomoro Tenjo. Khusus Bukit Podomoro Jakarta, ini adalah kawasan hunian seluas 9,6 hektar yang akan dibangun hunian sebanyak 321 unit dan 115 unit ruko.  
 
Sementara Kota Podomoro Tenjo rencananya akan dibangun di area seluas 650 hektar. Pada tahap awal yang akan menjadi bagian dari APLN adalah pengembangan yang akan dibangun di atas lahan 40 hektar dengan 4 cluster yaitu Angsana, Burgundy, Kana dan Kalimenta. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kota Podomoro Tenjo ini juga akan dilengkapi dengan Grand Transit Oriented Development (TOD). Perubahan pola kerja dan gaya hidup masyarakat akibat pandemi covid-19 selama dua tahun terakhir juga menjadi perhatian APLN dalam mengembangkan berbagai proyek-proyek propertinya.  
 
"Selain menyempurnakan infrastruktur tranportasi, informasi dan melengkapinya dengan fasilitas hunian premium, kami juga tetap konsisten untuk mengembangkan kawasan properti yang hijau, menyatu dengan alam, sehat dan nyaman," ungkapnya.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif