Penerapan WFH pengaruhi kriteria pencarian rumah. Foto: Shutterstock
Penerapan WFH pengaruhi kriteria pencarian rumah. Foto: Shutterstock

Tren WFH Pengaruhi Kriteria Mencari Rumah

Rizkie Fauzian • 24 Mei 2022 07:03
Jakarta: Sejak pandemi covid-19, tren Work From Home (WFH) dan Hybrid Work terus berkembang di Indonesia. Bagi generasi milenial, tren tersebut dipercaya meningkatkan produktivitas.
 
CEO-Founder Pinhome Dayu Dara Permata mengatakan, tren kerja tersebut bisa mempengaruhi sektor properti. Menurutnya, ada lima tren yang mempengaruhi hal tersebut.

1. Rumah tapak dicari

Sekitar 68 persen milenial mencari rumah di bawah Rp1,5 miliar. Lebih detail lagi, sebanyak 80 persen mencari rumah di bawah Rp700 juta.

2. Lokasi

Para milenial tidak keberatan tinggal agak jauh dari pusat kota. Misalkan tinggal di Jakarta, mereka tidak keberatan tinggal di Bodetabek. 
 
Asalkan fasilitas jalannya memadai, baik akses menuju perumahan dan dekat dengan akses transportasi entah itu jalan tol atau busway, MRT, dan KRL," jelasnya.

3. Rumah yang menunjang WFH 

Milenial cenderung mengutamakan rumah yang menunjang WFH yang berkelanjutan sehingga kegiatan tersebut menjadi lebih nyaman dan tidak membuat bosan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Milenial mengutamakan rumah yang menunjang sustainable WFH. Jadi WFH yang nyaman, WFH yang berkelanjutan, WFH yang nggak bikin lelah, nggak bikin bosen di rumah," tambahnya.
 
Merujuk pada tren ketiga, menurut Dara, ada tiga poin penting yang menjadi prioritas milenials ketika melihat spesifikasi rumah. Pertama layout yang multi-purpose. Milenial suka salah satu kamar atau area di rumah harus bisa difungsikan sebagai ruang kerja. 
 
"Jadi tidak perlu kamarnya terpisah, cukup disekat aja, yang penting ada area multi-purpose yang bisa diubah jadi ruang kerja atau area produktif,” kata Dara.
 
Kedua pencahayaan dan bukaan yang baik. Milenial ketika mencari rumah pasti mengecek tentang kualitas udara dan cahaya matahari. Ketiga adalah internet dan mobile connection. Saat melihat rumah, milenial biasanya akan bertnya tentang infrastruktur penunjang seperti internet provider dan jaringannya.
 
Milenial juga mengandalkan jasa rumah tangga panggilan. Dara mengatakan, para milenials menyukai jasa semacam ini karena mereka sadar bahwa belum bisa memiliki asisten rumah tangga (ART), baik dari sisi budget maupun ruangan untuk ditempati ART.
 
"Sehingga, mereka membutuhkan infrastruktur ini untuk bisa memanggil jasa rumah tangga panggilan yang selalu ada kapan pun," ujarnya.
 
Kemudian poin terakhir yakni interior dan dekor, di mana milenial mulai mengalokasikan budget untuk membeli furnishing namun tetap dengan harga yang terjangkau atau affordable.
 
"Karena milenials pada saat WFH atau hybrid work ini sering banget di rumah, maka mereka sekarang tidak pelit untuk mengalokasikan budget beli furnishing, tapi mereka tetap ingin membeli dengan harga yang terjangkau. Tiga sampai empat hal yang menjadi prioritas utama ketika membeli interior yaitu harus terjangkau, fungsional tapi estetis, dan yang bisa awet," ungkapnya.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif