Adhi Commuter Properti catat pre-sales hingga 58%. Foto: ACP
Adhi Commuter Properti catat pre-sales hingga 58%. Foto: ACP

Kembangkan TOD, Adhi Commuter Properti Catat Penjualan hingga 58%

Properti Perumahan rumah tapak transit oriented development Adhi Commuter Properti
Rizkie Fauzian • 16 September 2021 14:08
Jakarta: Pengembang PT Adhi Commuter Properti telah menjual 58 persen (pre-sales) dari 11 proyek hunian berkonsep transit oriented development (TOD). 
 
Direktur Pemasaran Adhi Commuter Properti Indra Syahruzza mengatakan animo masyarakat akan hunian dengan konsep TOD ini terbilang tinggi.
 
"Penjualan pre-sales untuk proyek Adhi kini sebesar 58,1 persen dari 11 proyek yang saat ini dikembangkan," jelasnya dalam paparan secara virtual, Kamis, 16 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, hal ini membuktikan bahwa permintaan yang kuat untuk kelas akses residensial berkonsep TOD di simpul-simpul transportasi utama, sekaligus membuktikan bahwa konsep TOD menarik sebagai tujuan investasi.
 
Dalam mengembangkan proyek hunian, Adhi Commuter Properti memiliki proses yang sangat terstruktur dan efisien pada cash conversion cycle. Perusahaan hanya membutuhkan 18 hingga 24 bulan untuk mengerjakan rumah tapak dan 36 bulan hunian bertingkat memakan waktu sekitar 36 bulan.
 
"Pada dasarnya kami memiliki siklus pendapatan yang cukup cepat disertai dengan metode pengembangan yang efisien dan periode launch to transfer untuk menjaga pertumbuhan fundamental bisnis yang positif,” ujar Indra. 
 
Direktur Pengembangan Bisnis Adhi Commuter Properti Rozi Sparta meyakini jika hunian TOD ini memiliki peminat yang cukup banyak. Menurutnya, keberadaan hunian yang berada di akses transportasi publik akan membantu masyarakat mengurangi biaya mobilitas, mengurai kemacetan di wilayah Jabodetabek, sekaligus menekan tingkat polusi udara. 
 
Optimisme penjualan hunian dengan konsep TOD juga didukung dengan adanya stimulus pemerintah berupa pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) hingga 100 persen untuk properti bernilai hingga Rp2 miliar, dan 50 persen untuk properti bernilai lebih dari Rp2 miliar hingga Rp5 miliar. 
 
"Dari sisi makro ekonomi, proporsi penduduk muda Indonesia yang lebih besar dan meningkatnya pendapatan rumah tangga juga diyakini akan menjadi pemacu permintaan terhadap sektor properti di masa mendatang," jelasnya.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif