NEWSTICKER
Ilustrasi - -  Foto: Shutterstock
Ilustrasi - - Foto: Shutterstock

Pasokan Rumah Murah Terkendala Lahan dan Izin

Properti investasi properti properti program sejuta rumah
Antara • 19 Februari 2020 19:37
Jakarta: Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengatakan pembangunan perumahan murah di DKI Jakarta masih terkendala lahan dan perizinan. Hal ini membuat pengembang kesulitan mewujudkan perumahan untuk segmen menengah ke bawah.
 
Padahal anggota REI mencapai 3.000 perusahaan. Sebanyak 80 persen merupakan pengembang spesial di pasar tersebut. Belum termasuk organisasi lainnya seperti Himpera, Apersi, dan lain sebagainya.
 
Mayoritas memang didominasi pengembang kecil dengan segmen pasar menengah ke bawah. Peluang itu bukan tidak dirasakan pengembang perumahan, beberapa sudah menggelontorkan pembangunan yang menyasar segmen menengah bawah. Salah satunya Ciputra yang mengembangkan apartemen di Ciracas dengan harga Rp300 jutaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain keterbatasan lahan, rumah murah juga terkendala izin-izin. Bahkan Asosiasi Pengembang Perumahan Seluruh Indonesia (Apersi) menyebutkan izin membangun rumah bisa mencapai Rp10 juta atau setara dengan 10 persen harga rumah paling murah.
 
Tidak hanya itu, jangka waktu pengurusan yang tidak pasti membuat biaya-biaya juga ikut naik. Salah satunya bunga bank kalau bangunan tidak kunjung berdiri berarti tidak bisa jualan rumah. Di sisi lain bank tetap menghitung bunga pinjaman.
 
Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Pahala N Mansury mengakui prospek di sektor pembangunan rumah untuk 020 masih dibayangi kondisi perlambatan ekonomi, tetapi peluang bisnis juga tetap terbuka lebar.
 
Berbagai potensi bisnis yang masuk dalam radar, menurut Pahala, seiring dengan berkembangnya sentra-sentra pertumbuhan baru. Berbagai sentra tersebut muncul dari tren urbanisasi, peningkatan kelas menengah, pengembangan infrastruktur, hingga pemindahan Ibu Kota Negara.
 
"Berbagai strategi dan peluang sudah dipersiapkan. Salah satunya upaya perbankan menggaet pasar milenial menggunakan teknologi digital," katanya.
 
Permohonan KPR dapat dilaksanakan melalui website sesuai dengan keinginan pasar yang dituju. Yakni kalangan milenial yang menginginkan segala sesuatunya serba praktis dan berbasis digital.
 
Pahala dalam pertemuan dengan wartawan menjanjikan teknologi berbasis digital. Persetujuan/penolakan KPR dapat dilakukan dalam waktu singkat cukup dengan mengunggah syarat-syarat permohonan KPR sesuai dengan keterangan yang tercantum dalam website.

 

(Des)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif