Selama penerapan PSBB pengunjung mal di Jakarta sepi. Foto: MI/Susanto
Selama penerapan PSBB pengunjung mal di Jakarta sepi. Foto: MI/Susanto

Resesi Ekonomi dan PSBB Berdampak Negatif bagi Bisnis Mal

Properti ritel bisnis properti Pusat Perbelanjaan PSBB Jakarta
Rizkie Fauzian • 14 Oktober 2020 17:32
Jakarta: Kondisi sektor ritel di Indonesia belum menunjukkan perbaikan. Terutama sejak pandemi covid-19 dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi di Jakarta.
 
Dengan adanya kemungkinan resesi dan masih bergejolaknya kondisi di kuartal terakhir tahun ini, apakah masih ada peluang sektor ritel hingga akhir tahun?
 
Senior Associate Director Retail Services Colliers International Indonesia Sander Halsema mengatakan bahwa resesi jelas tidak memberi dampak positif untuk kepercayaan konsumen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Konsumen cenderung akan memperketat prioritas dan mengurangi pengeluaran mereka secara keseluruhan. Hal ini tentu saja berdampak negatif pada pasar ritel," ungkapnya dalam laporan yang dikutip, Rabu, 14 Oktober 2020.
 
Menurutnya pandangan yang tidak pasti mengenai pandemi telah menyebabkan penjualan ritel menurun. Resesi pun kemungkinan besar akan semakin mempercepat penurunan ini.
 
Meskipun tidak setiap konsumen memiliki respons dan kebiasaan belanja yang sama selama periode ini, namun penting bagi retailer untuk memahami pelanggan mereka dan terus terlibat dengan mereka agar tetap relevan ketika keadaan membaik.
 
"Kami melihat dan memahami bahwa pemerintah memberikan izin kepada para pelaku bisnis untuk beroperasi kembali dalam masa PSBB transisi ini dengan tujuan untuk membantu pemulihan ekonomi, selama mereka tetap mengikuti dan mematuhi aturan dan regulasi yang berlaku," jelasnya.
 
Dibukanya kembali pusat perbelanjaan, restoran dan toko-toko ritel lainnya untuk umum merupakan perkembangan positif, meskipun tetap adanya pembatasan pengunjung sebesar 50 persen dari total kapasitas.
 
Sedangkan untuk tingkat kunjungan, belum adanya peningkatan yang signifikan untuk beberapa waktu. Meskipun sekarang pusat perbelanjaan sudah dibuka kembali, kebanyakan orang masih ragu untuk keluar mengunjungi tempat umum dan tetap berhati-hati dengan situasi saat ini.
 
"Akan ada sedikit peningkatan dalam aktivitas ke mal-mal besar, mirip seperti yang terjadi saat PSBB transisi pertama, tetapi Colliers memperkirakan peningkatan ini akan terjadi secara bertahap dari waktu ke waktu," jelasnya.
 
(KIE)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif