Nasib pilu Banteng Tangerang
Tidak ada lagi pertandingan dan sengketa kepemilikan membuat stadion di kawasan Banteng ini bagai terabaikan.
Tangerang:Tak ada lagi sorak sorai para penonton di Stadion Benteng. Tempat yang pernah menjadi kebanggaan warga Tangerang kini kumuh kurang terawat, bahkan cuma tinggal menunggu ambruk.  

Stadion berdaya tampung 25 ribu penonton dimiliki Pemkab Tangerang. Tapi aset sempat jadi sengketa kepemilikan dengan Pemerintah Kota Tangerang.


Sengketa stadion yang berdiri pada 11 Januari 1989 ini karena lokasinya di Jalan Taman Makam Pahlawan, Kota Tangerang. Kala itu, nama Kota Tangerang belum ada dan masih memakai nama Kabupaten Tangerang.

Setelah 1993, akhirnya Kota Tangerang lahir karena pemekaran wilayah. Tapi, aset stadion Benteng hingga kini masih dimiliki oleh Pemkab Tangerang.

Beberapa tahun lalu stadion ini riuh dengan sorak sorai suporter pertandingan sepakbola. Stadion Benteng ini menjadi kandang bagi dua tim sepakbola, Persita Tangerang dengan julukan Pendekar Cisadane dan Persikota Tangerang yang berjuluk Bayi Ajaib.



Hal ini terlihat saat Medcom.id mengunjungi stadion Benteng terlihat sungguh tak terawat. Mulai dari luar stadion, bangunan dengan dua perpaduan warna ungu dan kuning tersebut kini mulai terkelupas catnya, lantai kotor, lahan parkir yang penuh ditumbuhi rumput ilalang. Dinding luar tak alfa dari coretan tangan-tangan jahil.

Tak perlu ada izin dari pihak mana pun. Siapa saja mudah masuk dalam stadion karena tak ada penjaga. Kondisi yang di mata Laskar La Viola (suporter Persita) dan Benteng Mania (suporter Persikota) disebut mengenaskan.  

Di beberapa pintu masuk stadion tampak tiang-tiangnya mulai berkarat. Tempat duduk para pengunjung yang datang untuk mendukung tim kesayangan mereka sudah ditumbuhi rumput liar. Papan skor yang usang. Toilet berbau pesing menyengat.

Lapangan tempat atlet berlaga pun sudah jadi tempat kambing merumput. Tidak ada yang berkeberatan karena memang tidak ada lagi pertandingan atau latihan rutin dua kesebelasan.



"Biasanya setiap sore, ada saja yang membawa kambing kemari (stadion)," ujar Aen, pengurus stadion.  

Kompetisi tak lagi digelar di Stadion Benteng karena larangan dari pihak berwajib. Belum lagi perkara nihilnya anggaran perawatan di APBD Kabupaten Tangerang.

"Dilarang ada pertandingan lagi itu sejak tahun 2012 oleh pihak keamanan gara-gara selalu saja ada keributan suporter," papar Aen.



(LHE)