Suku bunga acuan naik, bunga KPR juga naik?
Gubernur BI Perry Warjiyo (tengah) mengumumkan naiknya suku bunga acuan sebesar 50 basis point (29/6/2018). Antara Foto/Rivan Awal Lingga
Jakarta:Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI 7-Days Repo Rate (BI 7DRR) menjadi 5,25 persen dari sebelumnya 4,25 persen. Keputusan hasil Rapat Dewan Gubernur ini bertujuan menstabilkan nilai tukar rupiah.

"Harapannya tentu tidak membawa dampak yang buruk karena kondisi ekonomi dalam negeri sedang baik-baik saja. Hanya saja memang ada kondisi dari luar," kata Direktur BTN Budi Satria kepada Medcom.id, Jumat (29/6/2018).


Keputusan BI tersebut tengah BTN kaji. Terlebih selama tiga kali kenaikan suku bunga acuan sebelumnya, BTN belum pernah menaikkan tingkat bunga KPR.

"Kita akan lihat seberapa banyak kita akan merespons ini. Suku bunga sudah tiga kali naik tapi kita (bunga KPR) belum naik sama sekali. Kita akan lihat kondisi perusahaan dahulu, portofolionya bagaimana, kita akan putuskan Senin (2 Juli 2018)," paparnya.

Ditekannya bahwa kenaikan suku bunga merupakan hal yang paling dihindari perbankan. Alasannya jelas, yaitu menghindari risiko kredit bermasalah gara-gara gagal bayar.

"Jadi kenaikan suku bunga pinjaman ini merupakan option terakhir, bisa menggunakan pilihan lain. Nanti kita lihat seberapa besar pengaruhnya dan kenaikannya. Tapi kenaikan suku bunga pinjaman sulit untuk dihindari," jelas Budi.
Sektor Properti

Kondisi sektor properti saat ini dinilai masih sulit untuk bangkit. Namun kenaikan suku bunga acuan belum tentu mempengaruhi sektor properti karena ada skema pembiayaan yang memiliki formula tersendiri.

"KPR masih aman, terutama yang subsidi kan memiliki formula tersendiri. Sejauh ini bunga KPR masih lakukan penyesuaian, kita masih akan pertahankan," ujar Budi.


 



(LHE)