Mensiasati Zonasi Ruang Apartemen nan Mini

Rizkie Fauzian 10 April 2018 09:21 WIB
apartemendesain interior
Mensiasati Zonasi Ruang Apartemen nan Mini
Kombinasi warna cat berbeda untuk dinding bisa menciptakan zona dalam ruangan. dok. deplamadesign/lucky
Surabaya:Apartemen semakin menjadi pilihan yang rasional untuk kebutuhan hunian di perkotaan. Faktor jarak tempuh menuju lokasi mencari nafkah dan harga yang relatif lebih terjangkau dibanding rumah tapak, adalah dua alasan utama.

Kekurangan paling utama adalah keterbatasan ruang. Terutama untuk unit tipe studio. Bahkan untuk seorang mahasiswa dan bujangan sekalipun, unit apartemen yang luasnya 20-an meter persegi itu masih dirasa terlalu 'miskin' tempat untuk meletakkan lemari pakaian, rak buku, perangkat makan dan barang-barang pribadi lain.


Namun bukan berarti tak bisa disiasati. Solusi dari Lucky Basuki dari de Palma Design ketika mengerjakan interior unit apartemen tipe studio seluas 19 meter persegi di Surabaya ini bisa menjadi inspirasi.

"Kuncinya penggunaan rak ambalan (vertical shelving), pembatas ruang, memasang wall art (foto, lukisan, mural), cermin vertikal danvertical storage sampai plafon," papar mantan Ketua Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) Jawa Timur ini.

Penghuni apartemen tipe studio juga melakukan beberapa aktivitas yang membutuhkan 'ruang' terpisah. Aktifitas adalah belajar/bekerja, masak dan makan, istirahat/tidur dan membersihkan diri tentunya lebih nyaman di tempat berbeda meski harus berlangsung dalam ruang yang luasnya amat sangat terbatas.

Mengatasi masalah zonasi ruangan merupakan langkah pertama yang Lucky tempuh. Agar unit studio ini tak terkesan sebagai kamar tidur belaka melainkan hunian, maka perlu ruangannya 'dibagi' untuk menegaskan peruntukan masing-masing 'wilayah'.

Agar ruangan yang sempit tidak terasa makin sempit, cara termudah adalah 'batas' imajiner dengan cara mengkombinasikan beberapa warna dalam satu area. Tiap warna mewakili area tertentu.

"Triknya adalah komposisi warna 60-30-10. Warna netral yang dominan (60%) lalu warna kedua (30%) dan terakhir pilih warna (10%) yang menonjol sebagai aksen ruang," jelas Lucky.



Selanjutnya membagi ruang tipe studio dengan pembatas (divider) untuk tempat tidur yang merupakan area privat. Pilihan divider sebaiknya jangan menghalangi bukaan cahaya alami dan penghawaan buatan maupun alami di unit studio yang terbatas sehingga ruangan tidak terkesan sempit dan terpisah dengan ruangan lain.
 
Alternatif lain divider adalah dengan meletakkan sofa. Prinsipnya pembatas ruangan yang tidak terlalu membatasi pandangan ke seluruh ruangan sehingga ada kedalaman (sense of depth) demi ruangan terasa lega dan terlihat luas (spacious).

"Pandangan mata merupakan pedoman dalam menata interior. Ruangan akan nampak lebih luas dan lega jika pandangan mata dalam ruangan bisa melihat secara keseluruhan tanpa batasan," jelas Lucky.
 



(LHE)