Stadion Utama Gelora Bung Karno

Filosofi Kursi Merah Putih

Rizkie Fauzian 17 Januari 2018 18:38 WIB
gbk
Filosofi Kursi Merah Putih
Stadion Utama Gelora Bung Karno. medcom.id/Dimas P
Jakarta:Di sela euforia peresmian penggunaan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), muncul foto yang sempat menjadi viral. Di dalam foto yang menyebar cepat melalui media sosial tersebut terlihat sekelompok orang berdiri di atas kursi-kursi lipat berwarna putih.

Disebutkan peristiwa itu terjadi dalam laga antara Timnas Indonesia vs Timnas Islandia di SUGBK pada 14 Januari 2018. Bahkan dituliskan bahwa akibat aksi tersebut, kursi-kursi pun rusak. Sontak komentar kecaman dan menyesalkan membanjiri kolom komentar.


Ternyata itu hanya hoax. Memang benar bahwa ada kursi yang kondisinya tidak sempurna, namun hanya dua buah dan penyebabnya adalah baut-baut kendor.

"Saya sudah melakukan inspeksi, semua sudah diperiksa dan dibersihkan. Itu foto yang beredar ada bukan di GBK. Untuk lainnya memang itu kursi GBK," ujar Direktur Utama Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno Winarto kepada Medcom.id, Senin 15 Januari 2015.  

Di sisi lain banjir komentar kecaman dan menyesalkan yang dipicu informasi hoax tersebut, menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap SUGBK. Terlebih puluhan ribu kursi lipat itu bukan sembarangan. Merah, putih dan abu-abu yang menjadi warnanya pun tidak diulaskan sembarangan.

"Dirancang secara khusus untuk menampilkan rasa nasionalisme," jelas Gregorius Supie Yolodi, prinsipal Arsitek SUGBK kepada medcom.id.


"National stadium biasanya menampilkan warna nasional, dalam hal ini merah dan putih. Bagaimana meletakkan warna itu, ide keseluruhan bangunan, seluruh selubung putih, bangunan putih, semua sebagai canvas. Sehingga tetap tampil elegant dan netral," paparnya.



Bila dilihat dari angkasa, paduan warna kursi-kursi itu menciptakan ilusi lilitan bendera Merah Putih di dalam mangkuk. Lilitan yang menyimbolkan semangat dan persatuan seluruh rakyat Indonesia. Dinamis, nasionalis dan enerjik.

Memperbaharui kursi penonton adalah salah satu prioritas dalam renovasi di SUGBK. Kursi yang sebelumnya hanya berbahan kayu panjang, diubah menjadi kursi tunggal yang bisa dilipat.



Setiap kursi mampu menahan beban 250 kilogram dan sulit ditarik sehingga bisa menghindari vandalisme. Mekanisme lipatnya yang sederhana bisa cepat menghasilkan lorong untuk penonton lewat sehingga bila terjadi kondisi darurat, stadion dapat dikosongkan hanya dalam waktu 15 menit.
 



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id