Pohon Natal raksasa di depan Gedung New York Stock Exchange (NYSE), Wall Street, New York, AS AFP Photo/Getty Images/Spencer Platt
Pohon Natal raksasa di depan Gedung New York Stock Exchange (NYSE), Wall Street, New York, AS AFP Photo/Getty Images/Spencer Platt

Pohon Natal Pernah Jadi Berhala

Properti gereja natal kado natal
Rizkie Fauzian • 18 Desember 2018 14:14
Jakarta: Menyambut perayaan Natal rasanya kurang afdol tanpa kehadiran Pohon Natal. Berbagai ukuran dan bentuk Pohon Natal bermunculan di berbagai tempat dengan segala dekorasinya yang meriah.
 
Pakem dari Pohon Natal adalah sebatang pohon cemara. Ini karena pohon cemara yang mampu hidup dan tetap hijau daunnya pada musim salju di saat pohon dan tanaman lainnya tidak mampu bertahan, merupakan lambang kehidupan.


'Berhala' Pohon Natal


Tradisi memasang pohon cemara bukan monopoli bangsa Eropa dan Amerika utara yang memiliki musim salju. Ada bukti bahwa kebudayaan Ibrani, Mesir dan Tiongkok juga mengenal pohon cemara sebagai simbol kehidupan.
 
Pohon Natal Pernah Jadi Berhala
Pohon Natal dari limbah botol plastik sedang dirangkai di Gereja Maria Regina Purbowardayan, Surakarta, Senin (10/12/2018). Pohon Natal setinggi enam meter tersebut terdiri dari 9 ribo botol plastik bekas pakai. Antara Foto/Mohammad Ayudha

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ribuan tahun sebelum Masehi, pohon cemara merupakan ornamen wajid dalam upacara adat menyambut musim dingin. Bahkan saat ini banyak kebudayaan setempat yang menyembah pohon simbol kehidupan tersebut sebagai berhala. Kepercayaan dinamisme tersebut masih ada yang mempraktekkan di Eropa saat Nasrani berkembang pesat.
 
Beberapa sekte/aliran kemudian mengharamkan tradisi memasang pohon cemara saat Natal karena dianggap sebagai penyembahan berhala. Di Jerman malah pernah ada denda bagi siapa saja yang kedapatan menjadikan pohon cemara sebagai Pohon Natal.

baca juga: Trend Pohon Natal Hitam


Ada pula legenda yang mengisahkan tradisi Pohon Natal untuk mengenal mukjizat Santo Bonifasius. Alkisah pada suatu malam pemimpin gereja-gereja di Jerman dan Prancis itu melihat sekelompok orang hendak mempersembahkan seorang anak kepada Dewa Thor di sebuah pohon oak.
 
Untuk menyelamatkan si anak, Santo Bonifasius memukul batang pohon oak dan tak lama di tempat itu tumbuh pohon cemara. Ini yang membuat banyak orang yakin bahwa memasang pohon cemara sebagai Pohon Natal merupakan upaya mengenang mukjizat Santo Boniface ini.
 
Pohon Natal Pernah Jadi Berhala
Kartu ucapan Selamat Natal 2018 dari Putra Mahkota Kerajaan Inggris, Pangeran Charles dan istri disematkan di sebuah Pohon Natal di Istana Clarence, London. AFP Photo/Hugo Burnand
 
Baru di pertengahan abad ke-19, tradisi Pohon Natal berkembang dengan bentuk klasiknya. Ini berkat Ratu Inggris, Victoria, mendorong suaminya Pangeran Albert untuk mendekorasi pohon.
 
Gambar keluarga kerajaan dengan pohon Natal indah muncul di koran London News. Sosok Victoria membuat tradisi tersebut menjadi populer di seluruh Inggris dan Amerika Serikat.
 
Apa pun versi asal muasal Pohon Natal, selalu disertai pro dan kontra. Namun toh dengan atau tanpa Pohon Natal, perayaan Natal tetap selalu disambut penuh suka cita.

 

(LHE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif