ARSITEKTUR
Bisa Dimulai dari Tirai, Ini 5 Cara Bikin Ruangan Tampak Vintage
Annisa ayu artanti
Selasa 27 Oktober 2026 / 16:12
- Gaya vintage menghadirkan nuansa klasik melalui furnitur, warna, motif, dan aksesori yang terinspirasi dari desain masa lalu.
- Tirai bermotif bunga, warna hangat, material kayu dan rotan, serta dekorasi klasik dapat digunakan untuk memperkuat tampilan vintage di dalam rumah.
- Penataan vintage bisa dilakukan dengan memanfaatkan furnitur lama yang masih layak pakai dan memadukannya dengan furnitur berbagai era.
Jakarta: Gaya vintage dapat diterapkan pada interior rumah melalui perpaduan furnitur, warna, pola, dan aksesori yang terinspirasi dari desain masa lalu tanpa harus mengganti seluruh perabot di dalam rumah.
Gaya vintage mengadaptasi unsur dari masa lalu, seperti bentuk furnitur, motif dekorasi, dan penggunaan material tertentu. Gaya ini berfungsi menghadirkan suasana klasik sekaligus menampilkan selera penghuni melalui penataan interior.
Model ini fleksibel karena dapat dipadukan dengan furnitur modern dan dilakukan secara bertahap. Penggunaan kembali perabot lama yang masih layak pakai juga dapat menjadi pilihan untuk memperbarui tampilan ruangan bergaya vintage.
Jika ingin menerapkan model ini di dalam rumah, beberapa cara berikut dapat menjadi referensi untuk menciptakan ruangan ala vintage.
Penataan rumah vintage. Foto: AI
Furnitur tersebut dapat dipadukan dengan meja kayu dan kursi modern agar penataan ruangan tetap seimbang, sekaligus menonjolkan ciri khas desain dari berbagai era.
Selain itu, motif geometris dan pola dekoratif dapat digunakan pada tirai dan wallpaper nanum tetap perlu disesuaikan dengan furnitur yang digunakan, sehingga bisa saling melengkapi dan tidak berlebihan.
Perpaduan ini dapat dilengkapi dengan selimut lembut, bantal bertekstur, kain korduroi, dan karpet tebal untuk menambah variasi tekstur sekaligus menyeimbangkan garis tegas pada interior modern.
Aksesori dari era berbeda juga dapat dipadukan dengan furnitur modern, tetapi batasi jumlahnya dan utamakan beberapa benda yang menonjol agar ruangan tidak terlihat penuh.
Penataan bisa dimulai dengan menambahkan furnitur, mengganti warna tirai, atau memasang dekorasi tertentu, kemudian disesuaikan kembali agar perpaduan setiap benda terlihat selaras.
Menciptakan ruangan bergaya retro atau vintage dapat dimulai dari perubahan kecil. Perpaduan furnitur dan dekorasi tidak harus memiliki warna, bentuk, atau gaya yang sama, perbedaan justru dapat memberikan variasi pada tampilan ruangan.
Selain itu, utamakan kualitas daripada jumlah barang dengan memilih furnitur dan dekorasi yang tahan lama.
Penggunaan aksesori yang tepat juga menjadi cara untuk mencoba gaya vintage tanpa mengubah seluruh interior rumah. (Syarifah Komalasari)
(ANN)
Gaya vintage mengadaptasi unsur dari masa lalu, seperti bentuk furnitur, motif dekorasi, dan penggunaan material tertentu. Gaya ini berfungsi menghadirkan suasana klasik sekaligus menampilkan selera penghuni melalui penataan interior.
Model ini fleksibel karena dapat dipadukan dengan furnitur modern dan dilakukan secara bertahap. Penggunaan kembali perabot lama yang masih layak pakai juga dapat menjadi pilihan untuk memperbarui tampilan ruangan bergaya vintage.
Jika ingin menerapkan model ini di dalam rumah, beberapa cara berikut dapat menjadi referensi untuk menciptakan ruangan ala vintage.
Cara bikin ruangan tampak vintage

1. Pilih Furnitur yang Menonjol
Pilih furnitur seperti kursi berlengan, lemari vintage, atau bufet gaya klasik. Perhatikan bentuk, tekstur, dan detail bentuk barnagnya, seperti lekukan pada furnitur atau permukaan bertekstur.Furnitur tersebut dapat dipadukan dengan meja kayu dan kursi modern agar penataan ruangan tetap seimbang, sekaligus menonjolkan ciri khas desain dari berbagai era.
2. Gunakan Warna dan Pola yang Khas
Gunakan warna hangat dan berani yang identik dengan gaya retro, serta warna lembut dan motif bunga yang banyak digunakan pada desain vintage. Warna oranye dan biru kehijauan dapat diterapkan pada tirai untuk memberikan aksen pada ruangan.Selain itu, motif geometris dan pola dekoratif dapat digunakan pada tirai dan wallpaper nanum tetap perlu disesuaikan dengan furnitur yang digunakan, sehingga bisa saling melengkapi dan tidak berlebihan.
3. Padukan Berbagai Tekstur dan Material
Gunakan material seperti kayu, rotan, beludru, dan linen untuk menghadirkan suasana vintage yang hangat. Kayu dan rotan dapat diterapkan pada furnitur atau aksesori, sedangkan beludru dan linen bisa digunakan pada tirai.Perpaduan ini dapat dilengkapi dengan selimut lembut, bantal bertekstur, kain korduroi, dan karpet tebal untuk menambah variasi tekstur sekaligus menyeimbangkan garis tegas pada interior modern.
4. Tambahkan Dekorasi Bersejarah
Gunakan lampu bergaya vintage, cermin berbentuk dekoratif, dan karya seni untuk memperkuat tampilan klasik pada ruangan. Pilih benda yang memiliki nilai sejarah atau makna pribadi agar dekorasi terasa lebih khas.Aksesori dari era berbeda juga dapat dipadukan dengan furnitur modern, tetapi batasi jumlahnya dan utamakan beberapa benda yang menonjol agar ruangan tidak terlihat penuh.
5. Berani Bereksperimen dengan Berbagai Gaya
Interior retro sangat mengutamakan kreativitas. Padukan furnitur, warna, pola, dan tekstur dari berbagai era untuk menciptakan ruangan vintage. Misalnya, furnitur era 1970-an dapat dipadukan dengan aksesori dari desain 1990-an dan furnitur modern.Penataan bisa dimulai dengan menambahkan furnitur, mengganti warna tirai, atau memasang dekorasi tertentu, kemudian disesuaikan kembali agar perpaduan setiap benda terlihat selaras.
Menciptakan ruangan bergaya retro atau vintage dapat dimulai dari perubahan kecil. Perpaduan furnitur dan dekorasi tidak harus memiliki warna, bentuk, atau gaya yang sama, perbedaan justru dapat memberikan variasi pada tampilan ruangan.
Selain itu, utamakan kualitas daripada jumlah barang dengan memilih furnitur dan dekorasi yang tahan lama.
Penggunaan aksesori yang tepat juga menjadi cara untuk mencoba gaya vintage tanpa mengubah seluruh interior rumah. (Syarifah Komalasari)
(ANN)