Ruang belajar di bangunan yang menggunakan anyaman bambu, singkong, rumput, dan batu bata sebagai fondasi di Kamboja,Dezeen.com
Ruang belajar di bangunan yang menggunakan anyaman bambu, singkong, rumput, dan batu bata sebagai fondasi di Kamboja,Dezeen.com

Singkong dan Bambu Jadi Bahan Utama Bangun Sekolah

Properti Rupa Bangunan
11 Februari 2019 17:00
Jakarta: Warga Indonesia mengenal singkong sebagai penganan. Tapi di Kamboja, sekelompok mahasiswa memanfaatkan singkong sebagai bahan untuk membangun sebuah sekolah.
 
Campuran singkong dan lumpur menjadi fondasi bangunan sekolah di kawasan Krong Samraong, Kamboja. Proses pembangunannya berlangsung selama empat bulan yang melibatkan mahasiswa, kontraktor, petani, dan sukarelawan dari Inggris.
 
Gambar yang didapat dari Dezeen.com, bentuknya seperti rumah panggung. Lantai diberi jarak agak tinggi dari tanah. Tujuannya menghindarkan banjir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Singkong dan Bambu Jadi Bahan Utama Bangun Sekolah
(Suasana di sekitar bangunan sekolah yang terbuat dari bahan anyaman bambu, rumput, singkong, dan batu bata di Kamboja, Foto: Dezeen.com)
 
Dinding bagian bawah dipasangkan batu bata lalu yang diberi sela. Sedangkan di bagian atas, dinding terbuat dari anyaman bambu.
 
Sinar matahari dengan mudah masuk melalui sela-sela anyaman bambu dan batu bata. Udara pun bisa keluar masuk dengan mudah. Sehingga pasokan sinar dan udara membuat ruangan terasa lebih segar.
 
Sementara bagian atapnya menggunakan anyaman rumput yang dibuat dari wanita sekitar bangunan. Ayaman rumput membuat udara dalam bangunan lebih sejuk.
 
"Semua bahannya sudah ada, hanya membutuhkan cetakan khusus untuk membuat bata," kata Tim Gledstone dari perusahaan yang merancang bangunan tersebut, Squire & Partners.
 
Bangunan terdiri dari dua ruang. Ruang pertama digunakan sebagai tempat belajar dengan kapasitas 40 siswa.
 
Singkong dan Bambu Jadi Bahan Utama Bangun Sekolah
(Bagian depan bangunan sekolah yang menggunakan batu bata, singkong, anyaman bambu, dan rumput di Kamboja, Foto: Dezeen.com)
 
Sedangkan ruang satunya lagi menjadi kantor. Anyaman rumput menjadi pembatas dua ruang tersebut.
 
Perusahaan pengembang Squire & Partners dan SAWA yang mendesain rancangan tersebut. Mereka membangun bangunan itu dengan menggunakan dana yang digalang organisasi The Green Shots. Tujuannya menciptakan bangunan yang aman dan nyaman bagi anak-anak.
 
Selain kelas utama, bangunan juga dilengkapi dengan toilet, kandang ayam, dan saluran air. Bangunannya juga menggunakan bahan-bahan yang sama dengan ruang utama.
 
Rencananya, Green Shots Foundation akan mengembangkan rancangan tersebut untuk 200 siswa.
 

 

(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif