Arsitektur di Afrika yang ramah lingkungan. Foto: A Hussein Bakri/BAD Consultant/Semer Group
Arsitektur di Afrika yang ramah lingkungan. Foto: A Hussein Bakri/BAD Consultant/Semer Group

5 Bangunan Ramah Lingkungan di Afrika

Properti pemilu afrika bangunan unik desain interior Arsitektur Unik
Anggi Tondi Martaon • 14 Januari 2020 08:11
Afrika Selatan: Arsitektur di Afrika mengutamakan pembangunan yang ramah lingkungan. Benua Hitam tersebut sadar bahwa daya tarik yang paling utama adalah kekuatan alam.
 
Hamparan padang rumput yang luas, perairan yang indah serta kehidupan binatang merupakan kekuatan pada benua ini. Tak heran jika desain bangunan mengutamakan ramah lingkungan.
 
Dikutip dari Architecturaldigest, berikut ini beberapa bangunan di Afrika yang ramah lingkungan dengan desain unik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


1. Zeitz Mocaa, Afrika Selatan
5 Bangunan Ramah Lingkungan di Afrika

Foto: Iwan Baan/Archdaily
 
Zeitz Mocaa awalnya merupakan sebuah kompleks bangunan untuk menyimpan biji-bijian yang ada di Cape Town, Afrika Selatan. Jumlah tabung beton yang ada di kompleks berumur 93 tahun itu mencapai 116.
 
Otoritas setempat pun ingin menggunakan kembali bangunan tersebut. Mereka pun menugaskan Heatherwick Studio. Namun tantangan yakni diminta mengubah fungsi tanpa harus menghancurkan keaslian bangunan.
 
Alih-alih mendesain ulang bangunan, Heatherwick Studio hanya membuat jendela di dinding bangunan. Langkah tersebut ternyata efektif. Salah satunya meningkatkan suplay cahaya alami ke dalam bangunan.
 
2. The Big Pineapple, Afrika Selatan
5 Bangunan Ramah Lingkungan di Afrika
Foto: The Bigpineapple

 
The Big Pineapple merupakan bangunan nanas tertinggi di dunia. Ketinggian bangunan tiga lantai itu mencapai 65 kaki. Lebih tinggi dua kaki dari bangunan serupa yang ada di Australia.
 
Struktur bangunan The Big Pineapple mengedepankan azas berkelanjutan. Bangunan terbuat dari logam dan fiberglass dan memiliki platform observasi.
 
The Big Pineapple juga dianggap sebagai maskot Bathrust, sebuah kawasan yang menjadi pusat pertanian nanas di Afrika Selatan. The Big Pineapple dijadikan sebagai museum dan toko suvenir yang menjual berbagai produk nanas.
 
3. Eastgate Centre, Zimbabwe
5 Bangunan Ramah Lingkungan di Afrika
Foto: Thomas Cockrem/Alamy

 
Pada umumnya banyak orang menganggap bahwa kantor yang sibuk banyak menggunakan energi dan menyebabkan polusi. Hal itu tidak berlaku pada Eastgate Centre, sebuah bangunan perkantoran yang ada di Zimbabwe.
 
Eastgate Centre menerapkan sistem ventilasi yang dapat menghemat energi hingga 10 persen. Sistem yang dimaksud yaitu menyalurkan udara ke dalam bangunan dari bawah menuju cerobong bangunan.
 
Sistem ventilasi tersebut terinspirasi dari rayap. Serangga tersebut mampu menjaga suhu sarang tetap normal dengan membuka atau menutup ventilasi yang disesuaikan dengan kondisi di luar ruangan.
 
4. Elewana Tarangire Treetops, Tanzania
5 Bangunan Ramah Lingkungan di Afrika
Foto: Elewana Tarangire Treetops
 
Elewana Tarangire Treetops merupakan penginapan rumah pohon yang ada di Tanzania. Fasilitas yang diberikan sangat mewah.
 
Mereka memiliki 20 kamar yang bertengger di sekitar pohon Marula dan Baobab. Beberapa pohon di antaranya bahkan berumur 700 tahun lebih.
 
Elewana Tarangire Treetops dilengkapi dengan fasilitas kolam renang, ruang makan, dan lounge. Semua itu bisa dinikmati sambil menikmati pemandangan satwa liar yang luar.
 
5. Emerging Senegal Project, Senegal
5 Bangunan Ramah Lingkungan di Afrika
Foto: A Hussein Bakri/BAD Consultant/Semer Group
 
Emerging Senegal Project merupakan kompleks bangunan yang dibuat oleh Presiden Senegal Macky Sall. Tujuannya untuk mengatasi kepadatan di ibu kota Dakar.
 
Proyek yang sudah berjalan selama tujuh tahun lebih itu bernilai USD2 miliar. Desain kompleks meniru struktur ganggang yang ada di danau di sekitar kota Dakar.
 
Salah satu hal yang patut menjadi perhatian pada proyek tersebut adalah sistem daur ulang air yang akan diterapkan nanti. Sistem tersebut mengolah air limbah agar dapat digunakan kembali. Diharapkan, sistem tersebut mampu mengurangi biaya, khususnya air masyarakat di masa akan datang.
 
Secara keseluruhan, misi proyek ini adalah untuk memajukan industrialisasi di Afrika Barat, serta memastikan ekonomi yang berkelanjutan untuk Senegal.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif