Konsep demikian bisa diterapkan di Indonesia, namun jangan lupa tambahkan AC dan manfaatkan atapnya sebagai taman agar sekaligus menahan panas. Julius Taminiau Architects/inhabitat
Konsep demikian bisa diterapkan di Indonesia, namun jangan lupa tambahkan AC dan manfaatkan atapnya sebagai taman agar sekaligus menahan panas. Julius Taminiau Architects/inhabitat

Keren, Coworking space dari konteiner bekas

Properti perkantoran bangunan unik
Rizkie Fauzian • 15 Juni 2018 17:00
Amsterdam: Coworking space kini menjadi alternatif tempat dan ruang kerja bagi para pebisnis perintis maupun freelancer. Konsep coworking space lebih santai dari ruang perkantoran pada umumnya, tetapi biasanya masih berada di dalam gedung.
 
Seorang arsitek asal Belanda, Julius Taminiau menciptakan ruang kantor yang terjangkau dengan menggunakan kontainer bekas. Terletak di Amsterdam Science Park, kontainer tersebut ditumpuk sedemikian rupa hingga menciptakan ruangan kantor yang nyaman.
 
Taminiau terinspirasi membangun coworking space dari kontainer setelah dirinya bekerja di Pop Brixton, London. Di sana Taminau membuat sebuah proyek yang mengubah ruang terlantar menjadi tempat bagi kontainer-kontainer pengiriman.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Keren, Coworking space dari konteiner bekas
 
Startup Village merupakan proyek sementara, sehingga bangunannya menggunakan bahan-bahan yang dapat didaur ulang dan pondasi genteng beton yang mudah dilepas. Kontainer dicat berwarna-warni sesuai dengan kebutuhan penyewanya.
 
Arsiteknya mengatur kontainer-kontainer tersebut sehingga membentuk komunal besar dan membuat jalan agar para penyewa dapat saling berinteraksi dengan yang lainnya.
 
Kontainer seluas 155 kaki persegi tersebut kedap udara, oleh karena itu dirancang sebuah jendela besar agar yang dapat dibuka dan berfungsi sebagai ventilasi. Jika cucana dingin, masing-masing kontainer telah dilengkapi dengan pemanas infra-merah.
 
Keren, Coworking space dari konteiner bekas
 
Arsiteknya berkolaborasi dengan Green Art Solutions menambahkan tanaman hijau pada atap membuat bangunan lebih menyenangkan dan juga bertindak sebagai penyangga air hujan dan filter udara.
 
“Jika perusahaan startup membutuhkan lebih banyak ruang, mereka dapat menyewa di Startup Village, atau di area Science Park," kata Taminiau seperti dilansir Inhabitat.
 
Startup Village tak hanya menawarkan ruang perkantoran yang nyaman, tetapi juga untuk acara-acara seperti pesta, menonton film, hingga pertemuan. Rencananya, Startup Village akan menambah kontainer untuk peningkatan kapasitas.
 

 

(LHE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif