Ngaren:The Museum of Humankind di Kenya. (Foto: Dezeen)
Ngaren:The Museum of Humankind di Kenya. (Foto: Dezeen)

Museum Berbentuk Runcing di Tebing Kenya

Properti Arsitektur Unik
Rizkie Fauzian • 15 Mei 2019 18:19
Kenya: Sebuah firma arsitektur yang berbasis di New York berencana membangun museum di tebing. Uniknya, struktur bangunan berbentuk runcing menyerupai stalagmit dalam gua.
 
Studio Libeskind merancang Ngaren:The Museum of Humankind. Museum tersebut dibangun oleh Richard Leakey, seorang ahli paleoantropologi, konservasi, dan politikus asal Kenya.
 
Museum rencananya akan dibangun di tebing Rift Valley, dimana Leakey berhasil menemukan kerangka manusia purba lengkap yang dikenal sebagai Turkana Boy.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pembangunan museum ini dimaksudkan untuk memberikan pengalaman dan pendidikan tentang sejarah manusia jutaan tahun lalu melalui catatan fosil, lapisan demi lapisan spesies yang telah lama punah.
 
"Museum akan menjadi tempat untuk penemuan, keajaiban, dan kontemplasi. Melalui arsitektur dan pameran, Ngaren akan melabuhkan semua lapisan masyarakat ke Afrika," kata Daniel Libeskind dikutip Dezeen.
 
Museum ini terdiri dari dua struktur runcing dengan ukiran yang seolah dibuat oleh manusia zaman dahulu. Bentuknya menyerupai stalagmit, yakni pembentukan gua secara vertikal sehingga bentuknya runcing.
 
Sementara bagian dalam rencananya akan dibangun sebuah taman besar dengan dinding yang dihiasi tanaman hijau. Sementara bagian pintunya akan dilapisi kaca. Museum diperkirakan mulai beroperasi pada 2022 dan dibuka untuk umum pada 2024.
 
"Saya menciptakan serangkaian ruang dramatis di dalam museum yang secara arsitektur dinamis dan provokatif sehingga menciptakan konteks unik untuk pameran museum," katanya.

 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif