Kantor arsitek yang dibuat dari kontainer pengiriman.  Foto: Tim Van de Velde
Kantor arsitek yang dibuat dari kontainer pengiriman. Foto: Tim Van de Velde

Cowes dan Colok, Ruang Kantor Unik dari Kontainer

Properti bangunan unik desain interior Arsitektur Unik
Rizkie Fauzian • 05 Februari 2020 14:07
Jakarta: Studio TOOP Architectuur merancang dua ruang kantor yang dapat berpindah-pindah. Uniknya, ruang kantor tersebut terbuat dari kontainer pengiriman.
 
Kantor atau studio arsitektur pertama disebut Cowes berada di perbatasan Prancis, Westouter. Studio lainnya berada di Loreken, Flanders Timur bernama Colok.
Cowes dan Colok, Ruang Kantor Unik dari Kontainer
Foto: Tim Van de Velde
 
"Kedua proyek tersebut disebut Diptych. Konsep awal kantor kami adalah kontainer pengiriman berbiaya rendah," kata TOOP Architectuur dikutip Dezeen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kedua kantor arsitektur tersebut dapat bergerak sehingga mudah berpindah tempat. Masing-masing kantor memiliki identitas masing-masing yang unik.
Cowes dan Colok, Ruang Kantor Unik dari Kontainer
Foto: Tim Van de Velde
 
Fasad kantor arsitek pertama dibuat dari kontainer pengiriman yang dibalut cermin. Sementara kantor lainnya dibuat dari kayu. Keduanya menggunakan pintu geser yang berfungsi sebagai jendela sehingga cahaya masuk secara maksimal.
 
"Kami mencoba membuat kantor yang tidak terlihat. Interiornya dibuat terbuka sehingga menciptakan koneksi dengan alam luar," jelasnya.
Cowes dan Colok, Ruang Kantor Unik dari Kontainer
Foto: Tim Van de Velde
 
Cowes ditempatkan di lingkungan dengan pemandangan bukit hijau. Sementara Colok berada di pusat kota yang dikelilingi oleh rumah-rumah petak.
 
Interiornya dibuat sederhana dengan dominasi kayu. Terdapat meja dan kursi yang ditempatkan di depan jendela. Ada juga rak buku tinggi yang ditempatkan di belakang meja.
Cowes dan Colok, Ruang Kantor Unik dari Kontainer
Foto: Tim Van de Velde
 
Dinding, lantai, dan langit-langit terbuat dari kayu lapis merah, bahan yang biasanya digunakan untuk konstruksi daripada sebagai pelapis. Sementara rak buku dibuat dari steel ribbons yang tak terlihat lusuh.
 
"Dengan menggunakan bahan beranggaran rendah namun indah, kami menunjukkan kepada pengunjung bahwa hal menarik juga bisa diciptakan dari bahan beranggaran rendah," ungkapnya.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif