Maket kompleks Jeddah Tower yang luasnya akan mencapai 5 juta meter persegi. Jeddah adalah ibukota bagi kegiatan bisnis Arab Saudi. ventureonsite/Jeddah Economic Company
Maket kompleks Jeddah Tower yang luasnya akan mencapai 5 juta meter persegi. Jeddah adalah ibukota bagi kegiatan bisnis Arab Saudi. ventureonsite/Jeddah Economic Company

Jeddah Tower, Super Jangkung dengan Lift Super

Rizkie Fauzian • 13 November 2018 10:10
Jeddah: Akibat krisis politik dan keuangan, kegiatan pembangunan Jeddah Tower para akhir tahun lalu sempat dihentikan. Kini kondisi Arab Saudi kembali stabil dan proyek ambisius tersebut kembali dilanjutkan.
 
Gedung yang juga bernama Kingdom Tower ini tinggi totalnya mencapai 1 kilometer. Keberadaanya akan menggeser Burj Khalifa di Dubai dari puncak ranking gedung tertinggi dunia.
 
Proyek megah ini dirancang Adrian Smith dan Gordon Gill Architecture serta Dar al-Handrasah Shair & Partners. Bangunan ini dirancang dengan tinggi 200 lantai yang berdiri di atas lahan 5,3 juta hektar ini dibangun menghadap ke Laut Merah.
Perencanaan pembangunannya berlangsung sejak 2011 dan pekerjaan kontruksi dimulai dua tahun kemudian. Laporan terakhir menyebut, konstruksi pembangunan gedung hingga saat ini sudah mencapai lantai 66.
 
Bangunan pencakar langit yang dikembangkan Jeddah Economic Company ini biaya pembuatannya mencapai Rp 20 triliun. Kompleksnya terdiri dari hotel, perkantoran dan apartemen. Semuanya tentu saja super mewah dan ditujukan kepada kelompok masyarakat yang amat sangat berpunya.
 
Jeddah Tower, Super Jangkung dengan Lift SuperLift tercepat
 
Tak hanya bangunannya yang mewah, proyek prestisius ini juga dilengkapi dengan keunggulan lainnya seperti lift tertinggi di dunia yang mencapai 660 meter. Jeddah Tower dilengkapi dengan 65 lift dan eskalator.
 
Selain tertinggi, lift di bangunan ini juga diklaim memiliki lift super cepat. Kone adalah penyedia lift dan eksavatornya butuh waktu riset selama hampir sembilan tahun untuk bisa khusus merancang tipe yang sama sekali baru dengan teknologi terbaru.
 
Lift buatan Finlandia itu mengganti sling dan kabel baja penarik lift dengan ultrarope (tambang serat karbon dengan lapisan anti gesek). Penggantian material ini memangkas beban hampir dua kali lipat yang membuat lift bisa dianggkat hingga puncak dengan kebutuhan energi 21 persen lebih hemat.
 
Selain itu, lift dan eskalator ini nantinya akan dilengkapi dengan sistem pemantauan jarak jauh, serta sistem operasi evakusi penghuni untuk situasi darurat. Kone dan Jeddah Economic akan bekerja sama termasuk kontrak pemeliharaan selama 10 tahun.
 
Beberapa megaproyek di negara-negara Timur Tengah yang pernah mengunakan lift dari Kone. Di antaranya Makkah Royal Clock Tower Hotel, Bandara Internasional King Abdulaziz, Raja Abdullah Financial District di Riyadh dan Markz Business Park di Jeddah.
 
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

(LHE)




LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif