ARSITEKTUR

Ini Hotel Paling Berbahaya di Dunia, Berani Menginap?

Rizkie Fauzian
Sabtu 12 September 2026 / 21:24
Ringkasnya gini..
  • Frying Pan Tower dijuluki hotel paling berbahaya di dunia karena berdiri di tengah Samudra Atlantik dan memiliki akses terbatas.
  • Penginapan di lepas pantai Carolina Utara ini mematok biaya sekitar USD200 per orang per malam dengan minimal menginap tiga malam.
  • Meski berada di tengah laut dan menghadapi risiko badai, Frying Pan Tower menyediakan delapan kamar tidur dan sejumlah fasilitas untuk tamu.
Jakarta: Frying Pan Tower dijuluki sebagai hotel paling berbahaya di dunia. Penginapan yang berdiri di atas menara baja di tengah Samudra Atlantik, lepas pantai Carolina Utara, Amerika Serikat, ini menawarkan pengalaman menginap yang berbeda dengan akses menuju lokasi yang terbatas.

Frying Pan Tower kembali menjadi sorotan setelah video yang diunggah kapten kapal sewaan Austin Aycock ditonton jutaan kali di TikTok. Tayangan tersebut memperlihatkan enam wisatawan yang diturunkan di Frying Pan Tower, sebuah menara yang berada di tengah laut.

Dirangkum dari laman New York Post, keunikan penginapan ini terletak pada lokasinya yang jauh dari daratan. Meski berada di tengah laut, Frying Pan Tower tetap menyediakan sejumlah fasilitas untuk menunjang kebutuhan tamu selama menginap.

Berikut sejumlah fakta mengenai Frying Pan Tower yang dikenal sebagai hotel paling berbahaya di dunia.

Fakta Frying Pan Tower

frying pan interior
Kamar di Frying Pan Tower, hotel paling berbahaya di dunia. Foto: New York Post

1. Bekas stasiun mercusuar di tengah laut

Frying Pan Tower merupakan bekas stasiun mercusuar yang dibangun pada 1964. Menara tersebut berada sekitar 34 mil dari lepas pantai Carolina Utara, wilayah yang dikenal sebagai Graveyard of the Atlantic atau Kuburan Atlantik.

Bangunan setinggi sekitar 135 kaki atau 41 meter itu kemudian dialihfungsikan menjadi penginapan yang menawarkan pengalaman bermalam di tengah lautan.

2. Biaya menginap mencapai ratusan dolar

Biaya menginap di Frying Pan Tower sekitar USD200 atau setara Rp3,6 juta per orang per malam. Tamu diwajibkan menginap minimal tiga malam sehingga biaya akomodasi mencapai sekitar Rp10,8 juta per orang untuk satu kali kunjungan.
 

3. Perjalanan menuju lokasi tidak mudah

Akses menuju Frying Pan Tower dilakukan menggunakan kapal. Setelah tiba di lokasi, tamu kemudian diangkat menuju dek utama menggunakan lift berkecepatan tinggi.

Lift tersebut membawa tamu hingga ketinggian sekitar 80 kaki atau 24 meter dalam waktu kurang dari satu menit.

4. Berada di jalur badai dengan akses darurat terbatas

Lokasi Frying Pan Tower yang berada di tengah laut membuat penginapan tersebut menghadapi risiko cuaca ekstrem. Menara ini berada di jalur badai tropis dengan kecepatan angin yang dapat melebihi 100 mil per jam.

Dalam kondisi darurat medis, akses bantuan juga terbatas. Evakuasi dapat dilakukan menggunakan helikopter atau melalui perjalanan kapal sejauh sekitar 35 mil.

5. Fasilitas cukup lengkap

Meski berada di tengah laut, Frying Pan Tower memiliki sejumlah fasilitas untuk menampung tamu. Penginapan ini dapat menampung hingga 12 orang di delapan kamar tidur.

Fasilitas yang tersedia antara lain dapur berbahan baja tahan karat, mesin cuci dan pengering, pancuran air panas, serta akses internet yang didukung energi tenaga surya.

6. Ada berbagai aktivitas selama menginap

Tamu dapat melakukan sejumlah aktivitas selama berada di menara, seperti memancing dan snorkeling. Penginapan ini juga menawarkan aktivitas menembak serta golf ramah lingkungan yang dibuat menggunakan bahan makanan ikan.

7. Dikelola komunitas sukarelawan

Frying Pan Tower dikelola komunitas sukarelawan yang berkomitmen mempertahankan dan melestarikan stasiun bersejarah tersebut. Sejak mulai menerima tamu pada 2012, menara ini menawarkan pengalaman menginap dengan berbagai fasilitas tambahan, termasuk layanan koki profesional.

Di bagian atas menara terdapat landasan helikopter seluas sekitar 5.000 kaki persegi. Area tersebut juga dimanfaatkan sebagai tempat menikmati pemandangan laut, melihat bintang dan matahari terbit, hingga bersantai di tempat tidur gantung.

Keberadaan Frying Pan Tower membuat pengalaman menginap tidak hanya soal fasilitas, tetapi juga tantangan untuk berada jauh dari daratan dan berhadapan langsung dengan kondisi laut lepas. (Syarifah Komalasari)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(KIE)

MOST SEARCH