ARSITEKTUR

Desain 'Kos-Kosan' di Jepang yang Minimalis

Rizkie Fauzian
Kamis 25 Juni 2020 / 18:57
Osaka: Desain co-living atau rumah bersama di Osaka, Jepang ini dibuat minimalis. Kos-kosan yang menampung delapan penghuni tersebut dibangun di atas lahan terbatas.

Foto: Eiji Tomita

Studio arsitektur Swing membangun ruangan yang lebih fleksibel agar penghuninya dapat menggunakan bersamaan. Rumah dua lantai tersebut memiliki semua ruangan yang dibutuhkan penghuni.

Arsiteknya menghilangkan area ruang tamu dan ruang makan, lalu menggantinya dengan mezzanine yang diubah menjadi perpustakaan. Rumah ini dirancang menyerupai interio apartemen yang minimalis.

Foto: Eiji Tomita

"Di lantai pertama ada area untuk menerima tamu yang terhubung langsung dengan dapur. Area ini dibuat lebih fleksibel agar penghuninya bisa berkumpul," kata arsitek Anezaki dikutip Dezeen.

Lantai pertama dan kedua dihubungkan dengan tangga terbuka. Area mezzanine dan lantai dasar hanya berjarak beberapa meter saja sehingga bisa digunakan penghuni untuk bersantai.

Foto: Eiji Tomita

Rumah ini memiliki delapan kamar tidur, tiga di lantai dasar dan lima di lantai pertama. Di atap dibangun sebuah taman yang dapat menjadi ruang komunal bagi penghuninya.

"Pekerja kantor usia 30 tahun akan tinggal di sini. Kami membayangkan mereka yang aktif dan suka pergi keluar. Pelajar dan orang-orang dari luar negeri juga memungkinkan," jelasnya.

Foto: Eiji Tomita

Swing percaya bahwa ruang hidup bersama dapat menawarkan alternatif positif untuk hidup sendiri dan dapat memiliki dampak positif pada orang-orang muda yang tinggal di dalamnya.

"Ada banyak manfaat hidup bersama yang tidak dapat dialami dengan hidup sendirian di kota. Mereka dapat merasakan kehangatan seperti keluarga melalui kehidupan sehari-hari, berbagi budaya dan pengalaman dari berbagai negara, dan saling membantu ketika dalam kesulitan," ungkapnya.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)

MOST SEARCH