ARSITEKTUR

'Rumah Panggung' Modern, Jejak Djuhara di Pemukiman Padat

Rizkie Fauzian
Sabtu 28 Maret 2020 / 09:27
Jakarta: Ahmad Djuhara merupakan arsitek yang telah malang melintang di dunia arsitektur. Banyak karya yang telah dibuatnya, salah satunya Rumah Wisnu.

Dikutip dari archdaily, Sabtu, 28 Maret 2020, Rumah Wisnu milik seorang klien yang memiliki lahan seluas 250 meter persegi namun berbentuk memanjang ke samping.



Foto: Djuhara + Djuhara

Hunian berada di pemukiman padat Bekasi. Awalnya luas rumah tersebut hanya 36 meter persegi, namun sedikit demi sedikit sang klien membeli lahan milik warga.

Foto: Djuhara + Djuhara

Dengan lahan hunian berbentuk huruf L, maka tentu saja menjadi tantangan tersendiri. Belum lagi anggaran yang dimiliki juga sangat terbatas.

Melalui firma arsitektur miliknya, Djuhara + Djuhara, dia membangun hunian dengan konsep floating box yang menaungi ruangan terbuka di bawahnya.

Foto: Djuhara + Djuhara

Konsep tersebut merupakan intepretasi modern dari rumah panggung tradisional. Penggunaan baja hanya pada struktur atap saja, lainnya menggunakan beton dan besi.

Foto: Djuhara + Djuhara

Seluruh lantai dasar hanya berfungsi sebagai pintu masuk utama, dan juga menghubungkan rumah dengan taman belakang, serta lapangan bulu tangkis di depan rumah.

Dengan keterbatasan anggaran, struktur lantai dasar terdiri dari beton, balok dan pelat. Alasannya pada saat konstruksi, harga beton lebih murah daripada baja.


Foto: Djuhara + Djuhara

Lantai pertama menjadi ruang tamu dan ruang makan. Sedangkan lantai dua menjadi berisi kamar tidur, ruang santai, dan ruang kerja.

Foto: Djuhara + Djuhara

Untuk membuat struktur yang ringan, lantai kedua dibentuk dari rangka baja ringan yang ditutup oleh atap geladak logam.

Hunian ini memiliki banyak area terbuka, sehingga memungkinkan sinar matahari bebas masuk ke dalam rumah. Konsep terbuka juga dimaksudkan agar penghuninya tidak tergantung pada pendingin udara

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)

MOST SEARCH