Templeton House pertama kali dihuni pada 1786. (Foto: Myriam Zouaki)
Templeton House pertama kali dihuni pada 1786. (Foto: Myriam Zouaki)

Mengintip Interior Rumah Berusia Ratusan Tahun

Properti Arsitektur Unik
Rizkie Fauzian • 09 Juli 2019 16:30
London: Hunian mewah berusia ratusan tahun ini masih tampak memukau. Bahkan setiap detailnya masih terjaga dengan baik. Rumah bergaya Georgia tersebut berada di Roehampton, London.
 
Templeton House pernah menjadi tempat tinggal Sir Winston Leonard Spencer Churchill, seorang tokoh politik dan pengarang Inggris. Dirinya juga pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Britania Raya sewaktu Perang Dunia II.
 
Selain itu, Templeton House juga pernah berfungsi sebagai rumah sakit selama Perang Dunia I dan II. Tempat asrama untuk mahasiswa Universitas Roehampton, bahkan pernah menjadi lokasi syuting film Downton Abbey.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Proses Restorasi
 
Rumah tersebut dibangun untuk Lady Elizabeth Templeton, seorang seniman dan istri seorang bangsawan Irlandia. Templeton House pertama kali dihuni pada 1786.
 
Untuk mempertahankan keaslian istana, bangunan dengan luas 2.602 meter persegi tersebut dilakukan restorasi. Dibutuhkan waktu selama bertahun-tahun untuk merestorasi bangunan mewah tersebut.
Mengintip Interior Rumah Berusia Ratusan Tahun
(Foto: Templeton House)
Tak tanggung-tanggung biayanya mencapai USD40 juta atau Rp565 milar (kurs Rp14.129 per USD). David Rich Jones dan istrinya membeli bangunan tersebut pada 2010 seharga USD8,6 juta (Rp121 miliar).
 
"Tantangannya adalah membuat sesuatu yang tampak tua, seolah-olah tidak dimakan usia," katanya dikutip Architecturaldigest.
Mengintip Interior Rumah Berusia Ratusan Tahun
(Foto: Neil Hewison)
Pasangan suami istri tersebut menggandeng sejumlah pakar untuk membantu proses restorasi, mulai dari sejarawan dan arsitek lansekap Todd Longstaffe-Gowan serta arsitek Bob Sandford.
 
Para pakar melakukan penelitian selama 1,5 tahun untuk mengetahui menyelidiki sejarah rumah, tata letak asli, hingga tampilan Templeton House. Sementara eksteriornya membutuhkan waktu tiga tahun.
Mengintip Interior Rumah Berusia Ratusan Tahun
(Foto: Neil Hewison)
Melalui proses yang panjang dan melelahkan, fasad rumah diganti dari batu bata menjadi campuran batu kapur. Struktur bangunan beranda bergaya 1950 diganti dengan logam besi dan tembaga.
 
Di depan rumah, pintu masuk bergaya portico Doric yang megah dan sebuah tangga batu Portland diciptakan ulang dengan akurasi yang tepat. Sementara di taman, kolam bebek dan pohon cedar ditanam kembali sama seperti rumah asli.
Mengintip Interior Rumah Berusia Ratusan Tahun
(Foto: Templeton House)
Lantai kayu ek berusia 400 tahun direstorasi ulang menjadi panel Chantilly yang sudah tua dan dirawat untuk memberi mereka tampilan vintage.
 
Templeton House memiliki 137 jendela, sepertiganya direplikasi agar terlihat persis seperti rumah asli dari tahun 1780-an. Kaca yang digunakan berlapis ganda yang berasal dari Jepang.
Mengintip Interior Rumah Berusia Ratusan Tahun
(Foto: Templeton House)
Tim desain bekerja dengan spesialis perangkat keras arsitektur Van Cronenburg untuk memulihkan dan mereplikasi 1.100 potongan asli besi dari abad ke-18, termasuk kunci, pegangan pintu, dan perabot jendela.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif