ARSITEKTUR
Hadirkan Nuansa Klasik di Rumah dengan 7 Dekorasi Retro Ini
Annisa ayu artanti
Selasa 27 Oktober 2026 / 20:33
- Dekorasi retro mengadaptasi desain dari era 1920-an hingga 1980-an untuk memperkuat tampilan interior rumah.
- Furnitur kayu, karpet bunga, barang antik, dan lampu lawas dapat digunakan untuk menghadirkan nuansa klasik.
- Perpaduan warna krem, terakota, dan cokelat muda dengan tirai bordir serta tekstil motif bunga dapat memperkuat nuansa retro.
Jakarta: Menata rumah agar terlihat menarik tanpa membuat ruangan terasa penuh bisa menjadi tantangan tersendiri. Dekorasi retro dapat menjadi pilihan melalui penggunaan furnitur kayu, aksesori klasik, karpet bermotif, hingga perpaduan warna hangat.
Dekorasi retro merupakan gaya penataan interior yang mengadaptasi unsur desain dari masa lalu, salah satunya gaya vintage yang terinspirasi dari era 1920-an hingga 1980-an. Gaya ini memadukan furnitur, hiasan, warna, dan tekstil untuk memperindah ruangan.
Perpaduan barang klasik dengan modern juga memungkinkan penataan disesuaikan dengan kebutuhan. Berikut tujuh ide dekorasi retro yang dapat dijadikan inspirasi untuk menata interior rumah.
Ide dekorasi retro di rumah. Foto: AI
Kombinasi material ini menghasilkan tampilan ruang bernuansa hangat dengan detail alami yang menonjol.
Motif floral dengan warna yang selaras dengan dinding dan furnitur menghasilkan tampilan klasik.
Barang bekas berkualitas juga bisa digunakan selama kondisinya masih baik, dengan penataan yang tidak menumpuk pada satu area.
Ukuran lampu perlu disesuaikan dengan luas ruang dan tinggi langit-langit, serta pertimbangkan penggunaan gantungan agar tetap kokoh.
Untuk memperkuat kesan klasik, gunakan cat dengan hasil akhir matte serta padukan dengan aksesori vintage yang memiliki warna senada.
Selain memperkuat nuansa vintage, beberapa material ubin tahan air, antirayap, mudah dibersihkan, dan praktis dipasang.
Agar tampilannya serasi, pilih warna tekstil yang sesuai dengan furnitur dan dekorasi ruangan, serta hindari penggunaan terlalu banyak motif dalam satu area.
Berbagai ide dekorasi retro tersebut dapat diterapkan secara bertahap sesuai kebutuhan rumah. Perpaduan yang tepat dapat menghadirkan nuansa klasik sekaligus menjaga kenyamanan untuk kegiatan sehari-hari. (Syarifah Komalasari)
(ANN)
Dekorasi retro merupakan gaya penataan interior yang mengadaptasi unsur desain dari masa lalu, salah satunya gaya vintage yang terinspirasi dari era 1920-an hingga 1980-an. Gaya ini memadukan furnitur, hiasan, warna, dan tekstil untuk memperindah ruangan.
Perpaduan barang klasik dengan modern juga memungkinkan penataan disesuaikan dengan kebutuhan. Berikut tujuh ide dekorasi retro yang dapat dijadikan inspirasi untuk menata interior rumah.
Ide dekorasi retro

1. Padukan Ruangan dengan Furnitur Kayu Klasik
Meja kayu jati, kursi bergaya klasik, dan rak buku dengan warna cokelat natural dapat digunakan untuk menghadirkan dekorasi retro. Rak kayu ditempatkan di sudut ruang untuk menyimpan buku, figura, dan aksesori.Kombinasi material ini menghasilkan tampilan ruang bernuansa hangat dengan detail alami yang menonjol.
2. Hadirkan Aksen Klasik melalui Karpet Bermotif
Karpet bermotif bunga dapat menjadi aksen dekorasi retro di ruang tamu maupun area bersantai. Karpet diletakkan di bawah meja dan di tengah susunan sofa untuk menonjolkan pola pada lantai.Motif floral dengan warna yang selaras dengan dinding dan furnitur menghasilkan tampilan klasik.
3. Manfaatkan Barang Antik
Jam dinding klasik, vas lawas, dan lemari kayu dapat digunakan sebagai dekorasi retro. Untuk dinding, gunakan bingkai foto berukir dan poster film sebagai hiasan.Barang bekas berkualitas juga bisa digunakan selama kondisinya masih baik, dengan penataan yang tidak menumpuk pada satu area.
4. Lengkapi Interior dengan Lampu Gantung
Lampu bohlam berdesain lawas dapat dipasang di ruang tamu dan ruang makan sebagai sumber penerangan sekaligus aksen retro. Model dengan warna hangat akan lebih cocok jika dipadukan dengan furnitur sederhana.Ukuran lampu perlu disesuaikan dengan luas ruang dan tinggi langit-langit, serta pertimbangkan penggunaan gantungan agar tetap kokoh.
5. Terapkan Warna Krem, Terakota, dan Cokelat Muda
Warna krem dapat digunakan sebagai warna dasar dinding, sementara terakota diterapkan sebagai aksen pada bagian tertentu dan cokelat muda hadir melalui furnitur kayu. Perpaduan warna tersebut menghasilkan tampilan retro dengan nuansa hangat.Untuk memperkuat kesan klasik, gunakan cat dengan hasil akhir matte serta padukan dengan aksesori vintage yang memiliki warna senada.
6. Gunakan Ubin Bermotif Mosaik
Ubin bermotif mosaik dipasang pada lantai dapur, kamar mandi, maupun ruang tamu untuk menghadirkan aksen retro. Pola klasik dengan warna yang selaras dapat dipadukan dengan furnitur kayu agar tampilan ruang terlihat menyatu.Selain memperkuat nuansa vintage, beberapa material ubin tahan air, antirayap, mudah dibersihkan, dan praktis dipasang.
7. Tambahkan Tirai Bordir dan Tekstil Motif Bunga
Tirai detail bordir dapat dipasang pada jendela, dipadukan dengan bantal bermotif floral sebagai pelengkap sofa. Motif bunga dan tekstur rajutan menghadirkan sentuhan retro pada interior.Agar tampilannya serasi, pilih warna tekstil yang sesuai dengan furnitur dan dekorasi ruangan, serta hindari penggunaan terlalu banyak motif dalam satu area.
Berbagai ide dekorasi retro tersebut dapat diterapkan secara bertahap sesuai kebutuhan rumah. Perpaduan yang tepat dapat menghadirkan nuansa klasik sekaligus menjaga kenyamanan untuk kegiatan sehari-hari. (Syarifah Komalasari)
(ANN)