ARSITEKTUR

7 Cara Menata Interior Jepang, Padukan Kayu, Warna Netral, dan Tanaman

Annisa ayu artanti
Selasa 27 Oktober 2026 / 17:02
Ringkasnya gini..
  • Interior Jepang mengutamakan kesederhanaan, kerapian, dan keseimbangan antara ruang dengan alam.
  • Penggunaan kayu, warna netral, pencahayaan alami, dan tanaman hias dapat menghadirkan suasana alami ala Jepang.
  • Penataan interior Jepang dapat dimulai dengan memaksimalkan fungsi ruang, membatasi dekorasi, serta memadukan perabotan sederhana dengan unsur alami.
Jakarta: Interior Jepang dapat menjadi pilihan untuk menata rumah agar terasa nyaman dengan mengutamakan kesederhanaan. Penerapan konsep ini dapat dilakukan melalui penyesuaian pada interior agar terlihat lebih natural. 

Interior Jepang merupakan konsep penataan ruang yang mengutamakan kesederhanaan, kebersihan, dan keseimbangan antara ruang dengan alam. Konsep ini berfungsi menciptakan hunian yang tertata melalui pemilihan material, furnitur, dan dekorasi yang sesuai.

Kelebihan interior Jepang terletak pada penataan yang praktis dan penggunaan elemen yang tidak berlebihan. Konsep ini juga dapat menjaga ruangan tetap rapi serta menghadirkan suasana yang nyaman untuk mendukung aktivitas sehari-hari.

Bagi yang ingin menciptakan suasana rumah menenangkan, ada tujuh cara menata interior Jepang yang dapat diterapkan.

Interior Jepang suasana rumah menenangkan

Rumah Jepang
Rumah konsep Jepang. Foto: AI​
 

1. Gunakan Kayu pada Interior Rumah

Interior Jepang menggunakan kayu pada lantai, dinding, dan furnitur. Elemen kayu ini menggunakan warna natural untuk menciptakan tampilan ruangan yang alami. 

Penerapan material ini pada beberapa bagian interior dapat dikombinasikan dengan cat putih atau krem untuk menciptakan suasana yang sejuk dan lapang. 

2. Ciptakan Ruang Terbuka

Konsep ruang terbuka menghubungkan beberapa area rumah tanpa banyak dinding permanen. Pintu geser berbahan kayu dapat digunakan sebagai pembatas yang bisa dibuka dan ditutup sesuai kebutuhan. 

Untuk memperkuat kesan Jepang, tambahkan tanaman hias atau kolam di area tertentu untuk menghadirkan unsur alam.

3. Maksimalkan Pencahayaan Alami

Pencahayaan alami dapat diperoleh melalui penggunaan jendela berukuran besar atau skylight pada bagian atap. Tirai tipis dapat dipasang untuk mengurangi cahaya matahari yang masuk secara langsung. 

Cahaya yang menyebar ke dalam ruangan bisa menerangi lantai, dinding, dan perabotan sekaligus membuat ruangan tampak lebih lapang dan terbuka. 

4. Pilih Warna Netral

Warna putih, krem, cokelat, dan abu-abu dapat diterapkan pada dinding serta perabotan untuk menghasilkan tampilan ruangan yang sederhana. Warna-warna tersebut dipadukan dengan kayu agar tampilan interior terlihat serasi dalam kesederhanaan. 

Batasi penggunaan warna mencolok supaya ruangan tidak terlihat ramai dan tetap mempertahankan nuansa alami. 

4. Tambahkan Tanaman Hias di Sudut Ruangan

Tanaman bonsai, bambu, palem, atau anggrek dapat ditempatkan di sudut ruangan sebagai unsur alami, lalu dipadukan dengan lantai kayu serta dinding berwarna netral. 

Penempatannya tidak perlu memenuhi seluruh ruangan agar susunan interior tetap sederhana dan tidak menghalangi area aktivitas. 

5. Gunakan Sedikit Dekorasi 

Jepang mengutamakan kesederhanaan sehingga furnitur berlebihan dapat lebih dibatasi. Pilih aksesori dengan bentuk sederhana dan letakkan pada meja atau rak tanpa memenuhi seluruh permukaan. 

Perabotan dan dekorasi yang terbatas membuat ruangan terlihat lebih rapi serta mempertahankan tampilan interior yang sederhana. 

7. Maksimalkan Pencahayaan Hangat

Lampu gantung dengan desain minimalis dapat digunakan sebagai penerangan di dalam rumah. Pilih lampu bercahaya hangat dan tempatkan pada area yang membutuhkan penerangan tambahan. 

Cahaya hangat yang dikombinasikan dengan material kayu dan warna netral menghasilkan tampilan ruangan yang sederhana dengan nuansa lebih intim di sekitar ruangan. (Syarifah Komalasari)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)

MOST SEARCH