Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Paslon Bupati Sidoarjo Joget di Kerumunan Massa

Pilkada pilkada serentak Pemilu Serentak 2020
Syaikhul Hadi • 09 Oktober 2020 20:46
Sidoarjo: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sidoarjo mengaku belum tahu perihal viralnya video salah satu pasangan calon (paslon) bupati Sidoarjo yang asik berjoget di tengah kerumunan. Informasi yang dihimpun, paslon itu ialah Bambang Haryo Soekartono - Taufiqulbar yang tengah berkegiatan di Kecamatan Wonoayu.
 
"Informasinya kegiatan yang dilakukan paslon itu di gedung tertutup, bukan di pinggir jalan seperti yang terlihat di video tersebut," ujar Ketua Bawaslu Sidoarjo, Haidar Munjid, saat dikonfirmasi, Jumat, 9 Oktober 2020.
 
Berdasarkan Peraturan KPU nomor 13 tahun 2020 secara tegas dilarang melakukan kegiatan yang mendatangkan kerumunan massa. Seperti Pentas seni, Bazar, maupun dangdutan. Mengingat, pelaksanaan Pilkada tahun ini digelar dalam kondisi Pandemi covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Memang pelanggarannya administratif. Tapi untuk penerapan protokol kesehatannya, kami akan koordinasi dengan pihak kepolisian," jelasnya.
 
Baca:Bawaslu Ungkap Sejumlah Kekurangan e-Rekap
 
Selain itu, pihaknya juga menerima informasi dari panwas Wonoayu, bahwa acara dangdutan tersebut ialah shooting single paslon. Shooting single tersebut nantinya diunggah di media sosial.
 
"Kalau video itu kayaknya berbeda. Karena acara yang digelar di Wonoayu itu digelar di ruang tertutup. Kalau soal dangdutan itu enggak tahu asal-usulnya di mana," ucapnya.
 
Dia mengaku, pihaknya masih mencari tahu lokasi paslon dengan nomor urut 1 itu yang berjoget di tengah kerumunan. Jika terbukti, selain sanksi administrasi, calon tersebut bakal diberi sanksi dilarang kampanye selama tiga hari.
 
"Dalam PKPU 13 tahun 2020 pasal 88 c dan d kita diberi kewenangan merekomendasikan kepada KPU semacam ada pinalti. Yaitu selama tiga hari tidak boleh melakukan kampanye, apabila bisa dibuktikan ada pelanggaran," tegasnya.
 

Sementara itu, Ketua Tim Divisi Jaringan Pasangan Calon Bambang Haryo - Taufiqulbar, Supriyono, mengaku video yang viral tersebut bukan saat kampanye. Melainkan video streeming yang sengaja dibuat untuk disebarkan di media sosial.
 
"Kita buat semacam webinar. Karena kampanye kan enggak boleh, nah posisi kita pas di situ. Itu di dalam rumah bukan di luar," ujar Supriyono.
 
Dia mengungkap, pengambilan video dilakukan di Desa Sawocangkring, Kecamatan Wonoayu, tepatnya di dalam garasi bus milik juru kampanye. Dia mengeklaim kegiatan tersebut telah mengantongi izin kepolisian.
 
"Ada tim bawaslu dan kepolisian juga di sana," tambah Supriyono.
 
Baca:Bawaslu Temukan Politik Uang dan Pelanggaran Kampanye di Medsos
 
Dia mengaku heran jika video tersebut dipersoalkan. Lantaran kegiatan tersebut sudah memiliki izin dari kepolisian.
 
"Makanya kegiatan itu kok dipermasalahkan kenapa. Akhirnya setelah difoto digoreng sama lawan politik. Izin itu kita buat serangkaian. Misal Sabtu kita izin untuk kegiatan selama satu minggu ke depan," katanya.
 
Sebelumnya, viral video salah seorang yang mengenakan baju putih bersongkok hitam asyik berjoget ditengah kerumunan. Dalam video berdurasi 25 detik tersebut diduga adalah salah satu paslon bupati Sidoarjo pada Pilkada 2020.
 
Sementara itu, dalam akun media sosial @Taufiqulbar, terdapat foto paslon Sidoarjo nomor urut 1 berada di atas panggung. Foto sempat diunggah pada Kamis, 9 Oktober 2020, sekitar pukul 19.18 WiB. Namun, foto telah hilang pukul 19.25 WIB.
 
Taufiqulbar merupakan salah satu calon Wakil Bupati Sidoarjo yang berpasangan dengan Bambang Haryo Soekartono dengan nomor urut 1.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif