Anggota Bawaslu Muhammad Afifuddin. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Anggota Bawaslu Muhammad Afifuddin. Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Bawaslu Temukan Politik Uang dan Pelanggaran Kampanye di Medsos

Pilkada pilkada serentak Pemilu Serentak 2020
Anggi Tondi Martaon • 08 Oktober 2020 19:20
Jakarta: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mencatat sejumlah pelanggaran selama 10 hari masa kampanye Pilkada Serentak 2020. Di antaranya pelanggaran kampanye di media sosial (medsos), politik uang, dan penggunaan fasilitas pemerintah.
 
"Selain soal protokol kesehatan, Bawaslu juga menemukan beberapa dugaan pelanggaran lain," kata anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mochammad Afifuddin dalam keterangan tertulis, Kamis, 8 Agustus 2020.
 
Afif mengatakan ada 17 kali pelanggaran kampanye di medsos. Pelanggaran ini terjadi dalam berbagai bentuk, seperti adanya kampanye yang dilakukan aparatur sipil negara (ASN) dan kepala desa di medsos, serta kampanye melalui akun yang tak terdaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi, kabupaten, atau kota.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dan penyebaran konten hoaks dan konten berbayar (sponsor)," ungkap dia.
 
Baca: Birokrasi Rawan Dipolitisasi di Masa Pilkada
 
Bawaslu juga menemukan delapan kasus dugaan politik uang. Kemudian, ada sembilan kasus penyalahgunaan fasilitas pemerintahan. Namun, Afif tak memerinci pelanggaran tersebut.
 
Afif menyampaikan Bawaslu telah menindaklanjuti semua dugaan pelanggaran kampanye tersebut. Bawaslu sudah memberikan surat peringatan kepada para peserta pilkada yang melanggar aturan. Pelanggaran yang mengandung unsur tindak pidana diteruskan ke pihak kepolisian.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif