Jakarta: Pandemi virus korona (
covid-19) dikhawatirkan menurunkan tingkat partisipasi pemilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (
Pilkada) Serentak 2020. Terutama di Tangerang Selatan (Tangsel), Banten.
"Hasil survei juga kemungkinan besar kalau masih di masa pandemi, angka partisipasi itu juga akan menurun," kata Calon Wakil Wali Kota Tangsel Rahayu Saraswati Djojohadikusumo dalam diskusi daring Media Indonesia (MI) bertema 'Pilkada Tanpa Pengumpulan Masa, Bisakah?', Jumat, 18 September 2020.
Apalagi, kata Rahayu, tingkat partisipasi pemilih di salah satu daerah penyangga Ibu Kota itu cukup rendah. Pada Pilkada 2015, partisipasi pemilih hanya sekitar 57 persen.
Baca:
Penyempurnaan Aturan Lebih Tepat Ketimbang Menunda Pilkada
Dia khawatir jika pandemi covid-19 ini semakin menurunkan tingkat partisipasi pemilih. Sehingga berdampak pada hasil Pilkada yang telah dilakukan.
"Kalau turunya di bawah 50 persen, kurang dari setengah masyarakat yang memberikan suaranya apakah ini bisa dinyatakan sah," sebut dia.
Dia meminta penyelenggara berupaya mengatrol tingkat partisipasi masyarakat dalam
Pilkada Serentak 2020. Hal ini tentunya juga menjadi tantangan bagi pasangan calon (paslon) agar partisipasi pemilih meningkat.
"Memastikan bahwa masyarakat aman untuk hadir di tempat pemilihan," ujar dia
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id((SUR))