Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyebut tidak sedikit peserta Pemilihan Kepala Daerah (
Pilkada) 2020 yang masih memandang kampanye daring kurang efektif. Mereka berkeinginan menggelar kampanye secara tatap muka di tengah pandemi virus korona (covid-19).
Komisioner KPU Viryan Azis mendorong peserta pilkada beralih memanfaatkan media sosial sebagia media berkampanye. Sosialisasi mengenai masalah ini dilakukan KPK secara intens untuk mengubah sudut pandang peserta pilkada.
"Kegiatan kampanye media sosail dan media daring ini bisa meningkatan elektabilitas secara signifikan," ujar Viryan dalam diskusi daring, Selasa, 22 September 2020.
Berkaca pada pendaftaran pasangan calon pada Jumat hingga Minggu, 4-6 September 2020, banyak peserta
pilkada datang dengan memboyong massa. Hal ini menjadi tantangan bagi KPU untuk mencegah terjadinya potensi penyebaran covid-19 selama tahapan Pilkada 2020.
"Ada tantangan sosialisasi dan edukasi kepada tim kampanye bahwa beriklan di media sosial meningkatkan elektabilitas, mendapatkan kepercayaan publik lebih baik lagi," tutur dia.
Baca:
Pilgub Sumbar Paling Rawan Politik Uang
Viryan meminta pengelola media sosial dapat memberikan data efektivitas penggunaan media sosial dalam berkampanye. Hal ini bakal menjadi bukti nyata untuk peserta pilkada yang ngotot menggelar kampanye tatap muka.
"Ada pemberitaan bahan-bahan yang bisa kita bantu menyebarluaskan betapa efektif kampanye melalui media sosial atau daring," imbuh dia.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id((OGI))