KPU gelar simulasi Sirekap dalam Rekapitulasi Hasil Perolehan Suara Pemilihan Serentak. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
KPU gelar simulasi Sirekap dalam Rekapitulasi Hasil Perolehan Suara Pemilihan Serentak. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

KPU Tegaskan Sistem Sirekap Pilkada Karya Anak Bangsa

Pilkada pilkada serentak Pemilu Serentak 2020
Fachri Audhia Hafiez • 17 September 2020 11:37
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) membantah tudingan Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) hasil perolehan suara menggunakan server asing. Sistem itu dibangun Institut Teknologi Bandung (ITB).
 
"Ada yang bilang servernya ditaruh di asing. Saya sampaikan ini karya anak bangsa," tegas Ketua KPU Arief Budiman saat simulasi Sirekap dalam Rekapitulasi Hasil Perolehan Suara Pemilihan Serentak di Hotel Santika, Depok, Jawa Barat, Kamis, 17 September 2020.
 
Arief menjelaskan hardware hingga software diproduksi oleh ITB. Namun sistem itu masih dalam tahap penyempurnaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau sudah (sempurna) bisa terapkan publik bisa mengakses," ujar Arief.
 
Simulasi Sirekap telah dilakukan di sejumlah daerah. Kali ini KPU melakukan simulasi sistem di Kecamatan Pancoran Mas dan Sukmajaya, Depok.

Sistem tersebut berguna membaca dan mengonversi data rekapitulasi. Data dikonversi dari bentuk fisik, yakni formulir C1 plano menjadi data elektronik. Terdapat sejumlah barcode dalam kertas rekapitulasi suara.
 
Baca: Peraturan KPU Harus Adaptif di Tengah Pandemi
 
KPU memilih mengombinasikan model Optical Character Recognition (OCR) dan Optical Mark Reader (OMR) untuk sistem tersebut. OCR berguna untuk memindai data dari kertas suara menjadi bentuk hasil hitungan suara berbasis elektronik.
 
Sedangkan OMR sistem yang membaca tanda bulatan pensil pada kertas rekapitulasi suara. Kemudian dipindai ke dalam bentuk data elektronik.
 
Sistem ini akan digunakan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 dan Pemilu 2024. Metode ini akan mempermudah proses penetapan hasil pemilu dibandingkan manual.
 
"Tujuannya agar pemilu kita efektif dan efisien, rendah konflik biaya murah, dan memperpendek waktu penetapan hasil pemilu secara nasional. Itu target kita," ujar Arief.
 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif