Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Pandemi Covid-19 Mengubah Sudut Pandang tentang Kampanye

Pilkada Virus Korona pilkada serentak Pemilu Serentak 2020
Kautsar Widya Prabowo • 10 November 2020 20:15
Jakarta: Pandemi covid-19 dinilai telah mengajarkan hal baru dalam penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020. Peserta pilkada dipaksa meninggalkan kampanye secara tradisional ke arah digital.
 
Pakar Politik dan Pemerintahan dari Universitas Gajah Mada (UGM) Abdul Gaffar Karim mengatakan beberapa peserta pilkada telah menggelar kampanye secara daring. Hal ini dapat mengubah sudut pandang bahwa kampanye tidak melulu soal pengumpulan massa secara besar.
 
"Era pandemi ini politisi bisa lakukan cara edukasi dan metode yang interaktif kepada pemilih, sehingga bisa mendapat perolehan suara," ujar Abdul dalam diskusi virtual, Selasa, 10 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Milenial Diminta Menunjukkan Peran dalam Pilkada 2020
 
Abdul mengatakan metode daring yang diterapkan oleh beberapa pasangan calon (paslon) diyakini lebih murah dari kampanye tradisional. Paslon kini tidak perlu lagi mengeluarkan biaya besar hanya untuk mendatangkan massa dalam kampanye secara tatap muka.
 
"Biaya untuk menjadi kepala daerah jadi lebih kecil, kalau biaya politik itu lebih kecil korupsi dapat dikurangi," kata dia.
 
Dia menyebut kampanye tradisional tidak sepenuhnya berjalan secara efektif. Besarnya jumlah massa yang hadir pada saat kampanye tidak dapat dipastikan akan mendukung paslon.
 
"Kampanye tradisional hanya pamer kekuatan, yang ikut konvoi itu kebanyakan bayaran saja belum tentu pedukung," kata dia.
 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif