Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Perawat Jatim Desak Pilkada Serentak Ditunda

Pilkada Virus Korona pilkada serentak Pemilu Serentak 2020
Clicks.id • 15 Oktober 2020 15:13
Surabaya: Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) mendesak pemerintah untuk menunda pelaksanaan Pilkada Serentak, 9 Desember 2020. Gelaran pesta demokrasi itu dikhawatirkan menjadi klaster baru penularan virus korona.
 
“PPNI meminta pemerintah tidak memaksakan gelaran Pilkada yang bisa menimbulkan klaster baru penularan virus korona, “ ujar Ketua DPW PPNI Jawa Timur, Nursalam, Kamis, 15 Oktober 2020.
 
Menurut Nursalam, hingga saat ini pandemi covid-19 di sejumlah daerah belum mereda. Jumlah pasien terkonfirmasi positif terus meningkat setiap hari. Termasuk dari tenaga perawat dan tenaga kesehatan lainnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Penularan covid-19 dalam Pilkada nanti bisa terjadi terjadi melalui cap jempol dari tangan pemilih atau juga lainnya, seperti masih adanya kerumunan dan pelanggaran protokol kesehatan lainnya, “ ujarnya.
 
Baca:Irwandi Yusuf Diberhentikan dari Jabatan Gubernur Aceh
 
Untuk jumlah perawat di Jatim yang menjadi korban covid-19, Nursalam menyatakan ada 1.454 perawat terkonfirmasi positif covid-19 dan 29 lainnya meninggal dunia. Total di Jawa Timur ada 48. 963 perawat.
 
"Jumlah itu bisa jadi bertambah karena belum semua kabupaten dan kota menyampaikan laporan data terbaru perawat yang terpapar covid-19," ujar Nursalam
 
Sedangkan data dari Satgas covid-19 Pemprov Jatim, hingga saat ini jumlah pasien covid-19 di Jatim mencapai 47.894 orang. Sebanyak 3.485 pasien diantaranya meninggal dunia.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif