Ketua Bawaslu, Abhan, dalam diskusi virtual, Senin, 16 November 2020./Istimewa
Ketua Bawaslu, Abhan, dalam diskusi virtual, Senin, 16 November 2020./Istimewa

Bawaslu Temukan 1.038 Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN

Pilkada pilkada serentak bawaslu ASN Pemilu Serentak 2020
Kautsar Widya Prabowo • 19 November 2020 07:32
Jakarta: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mencatat lebih dari seribu dugaan pelanggaran netralitas aparatur sipil Negara (ASN) terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020. Hal ini harus menjadi perhatian serius pihak-pihak terkait.
 
"Data yang dihimpun Bawaslu hingga 16 November 2020 terdapat 1.038 pelanggaran netralitas ASN," ujar Ketua Bawaslu Abhan dalam keterangan tertulis, Rabu, 18 November 2020.
 
Abhan memerinci 1.038 pelanggaran terdiri atas 934 yang ditemukan Bawaslu dan 104 pelanggaran dilaporkan masyarakat. Komisi ASN (KASN) telah menindaklanjuti dugaan pelanggaran tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"(Dari 1.038) KASN telah mengeluarkan rekomendasi 938 kasus, lima kasus telah diproses, dan 95 kasus dinyatakan bukan pelanggaran," kata Abhan.
 
Baca:ASN Dinilai Cenderung Jadi Kendaraan Politik Petahana
 
Dugaan pelanggaran netralitas oleh ASN beragam. Misalnya, memengaruhi warga dengan politik uang untuk memilih pasangan calon (paslon) tertentu dan melarang pemasangan alat peraga kampanye paslon tertentu.
 
Selain itu, penggunaan fasilitas dan anggaran negara dan memengaruhi perangkat desa untuk berpihak kepada paslon tertentu. ASN juga terindikasi menyalahgunakan kewenangan merencanakan program dan distribusi bantuan sosial.
 
Abhan menyebut ada ASN terlibat kampanye hingga menjadi tim sukses. Bahkan tidak sedikit ASN yang melakukan intimidasi kepada bawahannya untuk mendukung paslon tertentu di pilkada.
 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif