Empat dari 13 Pilkada di Sulsel Bakal Bercalon Tunggal
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal
Makassar: Pemilihan Wali Kota Parepare, Sulawesi Selatan, menyisakan satu pasangan calon usai KPU membatalkan pencalonan pasangan Taufan Pawe-Pangerang Rahim. Jika tak ada perubahan, Faisal Andi Sapada-Asriadi Samad akan melawan 'bumbung kosong' pada pemungutan suara Pilkada serentak, 27 Juni 2018.

Parepare bukan satu-satunya daerah yang menyelenggarakan pilkada dengan calon tunggal di Sulsel. Empat daerah lain, yakni Kabupaten Enrekang dan Bone, serta kota Makassar, juga mengalami hal yang sama.


Baca: Paslon Petahana Pilwalkot Parepare Didiskualifikasi

Artinya, pilkada bumbung kosong akan berlaku pada empat dari 13 Pilkada serentak 2018 di Sulsel.

Pilwalkot Makassar tersisa satu pasangan calon, yakni Munafri Arifuddin-Andi Rahmatika Dewi. KPU menggugurkan paslon Mohammad Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari. Putusan PTTUN diperkuat Mahkamah Agung menyatakan pasangan ini melanggar persyaratan pencalonan.

Lain halnya di Bone dan Enrekang. Di dua daerah ini, sejak awal KPU masing-masing hanya menetapkan satu pasangan calon. Muslimin Bando-Asman di Enrekang, Fahsar M Padjalangi-Ambo Dalle di Bone.

Humas KPU Sulsel Asrar Marlang menjelaskan, kondisi bumbung kosong mungkin terjadi di Pilkada. Istilah ini umum dipakai untuk menggambarkan situasi Pilkada yang diikuti satu pasangan calon. Pada surat suara, kolom foto pasangan calon tunggal berdampingan dengan kolom kosong.

"Sesuai aturan, calon tunggal mesti memperoleh 50 persen plus satu suara sah agar bisa ditetapkan sebagai pemenang" kata Asrar di Makassar, Jumat, 4 Mei 2018.

Baca: KPU Makassar Batalkan Pencalonan Ramdhan-Indira

Asrar mengumpamakan calon tunggal gagal menang di Pilkada. Jika demikian, Pilkada akan dilaksanakan kembali pada Pilkada serentak gelombang berikutnya di tahun 2020. Jika sebelum masa itu kepala daerah sudah berakhir masa jabatannya, maka ditunjuk penjabat.

"Seperti di Makassar, bila masa jabatannya sudah berakhir maka akan ditunjuk penjabat wali kota oleh gubernur," ujar Asrar.

Kolom kosong sebenarnya belum pasti berlaku di Pilkada Makassar dan Parepare. Sebab pasangan calon yang digugurkan di masing-masing daerah, masih mengupayakan perlawanan hukum lanjutan. Namun, KPU dipastikan bakal siap dengan apa pun skenario yang terjadi di Pilkada.

"Apapun situasinya, KPU harus siap," kata Asrar.



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id