Bawaslu Putuskan KPU Makassar Tidak Bersalah
Ketua Bawaslu Sulsel Laode Arumahi. Medcom.id/ANDI AAN PRANATA
Makassar:Badan Pengawas Pemilu Sulawesi Selatan memutuskan Komisioner KPU Kota Makassar tidak bersalah atas sikap menolak perintah Panwaslu pada Sengketa Pilkada Makassar. Aduan terhadap KPU pun tidak dilanjutkan ke ranah pidana.

KPU Makassar dilaporkan karena menolak perintah Panwaslu memulihkan pencalonan pasangan Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto-Indira Mulyasari. KPU tetap berpedoman pada putusan Mahkamah Agung yang bersifat final dan mengikat untuk mendiskualifikasi pasangan Danny-Indira


Ketua Bawaslu Sulsel Laode Arumahi mengungkapkan, tim Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) telah mengkaji kasus ini. Berdasarkan keterangan para komisioner ditambah saksi ahli, diputuskan bahwa langkah yang ditempuh KPU Makassar sudah tepat.

"Karena itu, tidak memenuhi unsur untuk ditindaklanjuti ke tingkat penyidikan," kata Arumahi di Makassar, Rabu, 23 Mei 2018.

Baca: Danny Pomanto Belum Menyerah Walau Digagalkan Nyalon

Arumahi menyebutkan, komisioner KPU Makassar dilaporkan atas dugaan pelanggaran Pasal 144 dan 180 Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. Dalam pasal itu putusan Panwaslu pada sengketa pilkada bersifat final dan wajib dijalankan.

Di sisi lain, KPU telah lebih dulu menjalankan putusan yang lebih tinggi dari MA. Putusan yang memperkuat putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTTUN) itu juga bersifat final dan mengikat.

"Putusan ini segera kita sampaikan ke pelapor dan terlapor," ujar Arumahi.

Baca: KPU Makassar Bingung Pulihkan Pencalonan Danny-Indira

Komisioner KPU Makassar Rahma Saiyed mengatakan bahwa sejak awal pihaknya yakin tidak bersalah. Sikap menolak perintah Panwaslu, kata dia, sudah dipertimbangkan dengan konsultasi internal hingga ke tingkat pusat. Apalagi, putusan MA yang menjadi dasar dianggap sangat kuat.

"Kami punya pedoman yang jelas," kata Rahma.

Pilkada Makassar sedianya diikuti dua pasang calon. Usai Danny-Indira didiskualifikasi, tersisa satu pasang calon, yakni Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi.

Baca: KPU Makassar Batalkan Pencalonan Ramdhan-Indira

 



(SUR)