Ilustrasi Bawaslu. Medcom.id
Ilustrasi Bawaslu. Medcom.id

Persoalan Pilkada Tak Cuma Pelanggaran Protokol Kesehatan Covid-19

Pilkada Virus Korona pilkada serentak Pemilu Serentak 2020
Fachri Audhia Hafiez • 18 Oktober 2020 12:56
Jakarta: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) meminta masyarakat terlibat aktif melaporkan dugaan pelanggaran pada masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020. Laporan tidak hanya menyoal pelanggaran protokol kesehatan pencegahan covid-19 (korona).
 
"Jangan lupa masih ada pelanggaran-pelanggaran pemilu yang mungkin dan sedang terjadi. Itu juga menjadi perhatian kita," kata anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar dalam webinar bertajuk 'Siap Siaga Menghadapi Pilkada di Tengah Pandemi', Minggu, 18 Oktober 2020.
 
Pelanggaran lain yang mesti disorot, seperti politik uang, hoaks, intimidasi, penghilangan hak pilih yang tidak bisa terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT), penggunaan fasilitas negara, dan unsur netralitas aparatur sipil negara (ASN). Pelanggaran-pelanggaran tersebut mengganggu proses tahapan pilkada.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Akan tetap menjadi bagian yang mencederai proses demokrasi yang sedang berlangsung," tegas Fritz.
 
Fritz tak memungkiri penyelenggara pilkada mesti bekerja ekstra untuk mencegah tumbuhnya pelanggaran tersebut. Pihaknya menggenjot pengawasan melalui panitia pengawas pemilu (Panwaslu).
 
Sementara itu, pilkada yang dilaksanakan 9 Desember 2020 menjadi tantangan untuk semakin meningkatkan protokol kesehatan. Sebagai bagian dari puluhan negara yang tetap menyelenggarakan pilkada, Indonesia mesti mengupayakan tidak terjadi penularan covid-19.
 
"Ini merupakan sebuah tantangan tapi juga membutuhkan partisipasi dari masyarakat dan paslon," ucap Fritz.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif