Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Subardi (Foto: MI/Agus Utantoro)
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Subardi (Foto: MI/Agus Utantoro)

NasDem Tak Butuh Politik Transaksional

Pilkada pilkada serentak Pemilu Serentak 2020
Media Indonesia.com • 29 November 2020 11:46
Gunungkidul: Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Subardi menegaskan pihaknya menolak manuver politik hanya untuk deal-deal antarkepentingan. Hal ini ia sampaikan menghadapi perubahan konstelasi politik menjelang Pilkada Kabupaten Gunungkidul, DIY.
 
Subardi menegaskan perjuangan NasDem adalah garis pengabdian, bukan politik transaksional.
 
"Perjuangan NasDem untuk membawa Gunungkidul lebih maju. Di luar itu, kami tegas menolaknya. NasDem tak butuh politik transaksional," tegas Subardi, Sabtu, 28 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Anggota Fraksi Partai NasDem DPR RI ini mengatakan saat ini Partai NasDem harus menghadapi kekuatan politik besar dengan berbagai manuvernya. Ia mengakui, semua paslon akan melawan 02 meskipun tanpa gagasan konkret.
 
"Seluruh kontestan akan memandang 02 sebagai musuh bersama. Kami tidak surut sedikit pun. Arena pilkada adalah pembuktian politik gagasan, bukan semata ambisi kekuasaan apalagi dengan cara-cara yang penuh intrik," ujar dia.
 
Baca juga:Giring: Waspadai Politik Uang untuk Mengalahkan Muhamad-Saraswati
 
Subardi mengimbau masyarakat agar lebih melek politik dan menolak paslon yang memainkan intrik politik.
 
"Apakah masyarakat masih percaya dengan janji paslon lain yang katanya terdepan membela rakyat? Sementara kini mereka sedang sibuk dengan intrik politik yang sarat kepentingan," kata Anggota DPR RI itu.
 
Sementara itu, Ketua LSM Jejaring Rakyat Mandiri (Jerami) Gunungkidul, Rino Caroko, menilai, "kepentingan kelompok tak dapat dipisahkan di 10 hari menjelang pencoblosan. Setiap paslon kini sibuk bermanuver demi kepentingan masing-masing."

Menurut Rino, perubahan peta politik tidak tampak di paslon 02, yakni Immawan Wahyudi- Martanti Soenar Dewi. Paslon yang didukung Partai NasDem itu tetap konsisten berjuang sendiri sejak awal maju tanpa berkoalisi.
 
"Saat para Paslon sibuk bermanuver, paslon 02 konsisten bergerak sendiri sejak awal. Mereka tidak tergoda dengan deal-deal politik. Ini menjadi kelebihan 02," katanya.
 
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, sebelumnya menetapkan empat pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati yang akan berlaga di Pilkada 2020.
 
Keempat paslon yang ditetapkan yakni nomor urut 1 Sunaryanta-Heri Susanto (Partai Golkar dan PKB), nomor urut 2 Immawan Wahyudi-Martanty Soenar Dewi (Partai Nasdem), nomor urut 3 Bambang Wisnu Handoyo-Benyamin Sudarmadi (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan), dan nomor urut 4 Sutrisna Wibawa-Mahmud Ardi Widanto (PAN, Gerindra, Demokrat, dan PKS). (Agus Utantoro)
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif